Satria Muda Siap Pertahankan Gelar

(Opn/R-3)
20/3/2019 08:00
 Satria Muda Siap Pertahankan Gelar
(ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/aww/18.)

DUA klub unggulan Stapac Jakarta dan Satria Muda Pertamina akan kembali bertarung memperebutkan gelar juara Indonesian Basketball League (IBL) musim 2018-2019. Laga final IBL tahun ini akan digelar pada 21-24 Maret mendatang.

Baik Stapac maupun Satria Muda sama-sama diunggulkan meraih gelar IBL musim 2018-2019. Satria Muda sebagai juara bertahan bertekad untuk mengulang sukses. Stapac pun tak kalah ambi-sinya untuk merebut gelar juara IBL tahun ini.

Bagi kedua tim, final kali ini akan menjadi pertemuan yang ke-10 selama kompetisi IBL. Dalam 10 laga, Stapac mencatat lima kemenangan dan Satria Muda menorehkan jumlah kemenangan yang sama.

Selama liga basket Indonesia digelar sejak 2003, Satria Muda telah mengoleksi sembilan gelar juara dan empat kali menjadi runner-up. Sementara itu, Stapac memiliki rekor empat kali juara dan lima kali menjadi runner-up.

Sebelum menembus babak dua besar, dua tim itu telah berjuang dengan tak mudah. Bahkan, Satria Muda sempat terseok di babak reguler dengan menelan sembilan kekalahan dari 18 laga. Namun, akhirnya, Satria Muda meraih tiket final setelah menundukkan NSH Jakarta.

Perjalanan Stapac menuju final pun tidak mulus. Dalam dua tahun terakhir, Stapac gagal menembus babak final. Namun, pada musim IBL 2018-2019, Stapac yang dimotori Ramot Gemilang mampu mengantongi 19 laga secara beruntun.

Pada laga pembuka yang digelar Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (21/3), Satria Muda akan menjadi tuan rumah. Sementara itu, Stapac memilih C'Tra Arena Bandung sebagai markas mereka guna menjamu lawan pada Sabtu (23/4) mendatang.

"Pertandingan IBL Pertamax setiap tahunnya selalu semakin menarik untuk disaksikan. Kali ini di puncak musim, tim terbaik akan berebut gelar juara. Laga klasik Stapac lawan Satria Muda Pertamina sudah pasti dinantikan," kata Direktur IBL Hasan Gozali di Jakarta, kemarin.

"Melawan Stapac selalu seru, ada pertarungan harga diri. Ini laga klasik dari dua tim besar," kata pelatih Satria Muda, Youbel Sondakh.

"Satria Muda tim lebih bagus dibanding kami. Stapac adalah underdog di laga final," kata pelatih Stapac Giedrius Zibenas merendah. (Opn/R-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya