Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DARI 81 peserta off-road IOX Andalas 2019 yang start di Medan, Sumatera Utara pada 9 Februari dengan tujuan ke Bukit Tinggi, Sumatera Barat dan akan berlangsung selama 16 hari, dilaporkan hanya 20 – 30 an peserta saja yang saat ini berhasil mengikuti trek demi trek sesuai jadwal.
Hal tersebut disampaikan Syamsir Alam, Team Leader IOX yang membuat route dan memimpin perjalanan ini. Mayoritas peserta gagal memasuki trek sesuai jadwal dan masih berjibaku untuk keluar dari trek trek sebelumnya. Semakin hari semakin sedikit jumlah peserta yang bisa mengikuti seluruh trek sesuai jadwal.
Ladang yang dikategorikan super bejat, antara lain di Siosar dan Parmonangan. Trek ke Parmonangan ini memiliki tingkat resiko kecelakaan yang tinggi karena melalui banyak jurang yang banyak. Sebagian peserta merasakan ngeri-ngeri sedep melalui trek jurang tersebut. “Untung tidak hujan. Kalau saja hujan bisa lain lagi ceritanya” kata salah satu peserta.
Baca juga: Trek Ekstrim Lembah Siosar Brastagi Sulitkan Peserta IOX 2019
Sebagian peserta yang keluar dari trek Parmonangan kembali mengalami kerusakan berat bahkan ada yang harus membeli spareparts dari Medan yang berjarak 11 jam perjalanan darat. Disisi lain, sebagian peserta yang tercecer di trek sebelumnya sudah bisa bergabung menuju Sibolga.
Hingga hari ke-11, dengan diiringi hujan deras, sekitar 40 kendaraan peserta kembali memasuki jalur off-road berat Sapotinjak ke Aek Mais karena melalui tanjakan tanpa winching point dengan jurang yang dalam sepanjang trek.
Dari perkiraan sore hari seluruh peserta bisa sampai di base camp di Kotanopan, ternyata hanya 20 kendaraan yang berhasil finish disambut Bupati Madina Dahlan Harun Nasution. Sisanya sebanyak 20 kendaraan baru berhasil keluar satu persatu sejak malam hingga siang hari besoknya. (RO/OL-7)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih mengintai Indonesia selama periode 3-9 April 2026. Pada masa peralihan musim atau pancaroba ini.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan, meski Indonesia mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
BMKG Balikpapan merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Kaltim. Potensi hujan lebat, banjir, dan longsor mengintai Balikpapan hingga Berau pada 9-11 Maret 2026.
BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang memprakirakan tinggi gelombang di sejumlah perairan di NTT dapat mencapai hingga 2,9 meter pada periode 8-14 Maret 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Foto udara sejumlah truk terjebak macet saat hendak menuju Pelabuhan Merak di Gerbang Tol Merak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved