Menang Dramatis di Seri Ke-6 Formula E

Crash/R-3
17/2/2019 22:50
Menang Dramatis di Seri Ke-6 Formula E
(AFP)

PERSAINGAN Formula E atau ajang balap Formula dengan kendaraan yang bertenaga listrik telah memasuki seri keenam. Pada ajang yang digelar di Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez, Meksiko, Sabtu (16/2) waktu setempat atau kemarin waktu Indonesia, pembalap Brasil Lucas di Grassi memenangi lomba secara dramatis.

Di Grassi, juara dunia FE musim seri 2016-2017 tersebut mampu menyalip hanya beberapa meter menjelang garis finis di lap terakhir.   Dalam balap yang juga diwarnai tabrakan dan kecelakaan pada Formula E-Prix Mexico City, kemenangan dramatis dan tak terduga Di Grassi dari tim Audi Sport ABT Schaeffler atas Pascal Wehrlein dari tim Mahindra Racing jelang finis lap terakhir menjadi pembicaraan.

Kemenangan Di Grassi, pembalap berusia 31 tahun dari Brasil, disebut sebagai kemenangan sensasional.  Pada lap terakhir, Di Grassi terus membuntuti Wehrlein dengan berusaha menutupi ruang agar pembalap di belakangnya tak bisa menyalip.

Upaya yang dilakukan Wehrlein yang pernah berkarier pada F1 bersama tim Sauber dilakukan sejak tikungan pertama. Persaingan antara Wehrlein dan Di Grassi begitu memanas. Kendaraan yang dikemudikan Di Grassi sempat menyentuh bagian belakang kendaraan Wehrlein.

Namun, saat tikungan ketiga, Di Grassi memacu kendaraannya dengan memanfaatkan ruang sempit. Pembalap yang pernah berkarier di ajang F1 pada 2010 pun menyentuh garis finis pertama.

Dari hasil lomba FE seri keenam, Di Grassi menjadi finis terdepan diikuti Wehrlein. Namun, Wehrlein dikenai penalti dengan 5 detik sehingga ia dinyatakan finis pada posisi keenam.
Pembalap dari tim BMQ Antonio Felix da Costa dari Portugal menuntaskan lomba di posisi kedua dan posisi ketiga ditempati Edoardo Mortara dari tim Venturi.     

“Ini bisa dikatakan balapan Formula E terbaik dalam karier saya hari ini,” kata Di Grassi seusia memenangi balapan.

Kunci kesuksesan Di Grassi bukan hanya mampu memanfaatkan ruang sempit dari lawannya. “Di satu sisi, Anda harus bersabar untuk menghemat energi, tetapi di sisi lain, saya harus membuat manuver menyalip pada saat yang tepat karena menyalip sangat sulit di sini,” kata pembalap yang memenangi sembilan lomba di ajang lomba FE.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya