Pelari Tercepat Asia Tenggara Itu Berpulang

M. Taufan SP Bustan
15/2/2019 16:32
Pelari Tercepat Asia Tenggara Itu Berpulang
(Purnomo Yudhi (kaus merah) bersama tim atletik PB PASI. Foto: Dok. PB PASI)

MANTAN pelari terbaik yang dimiliki Tanah Air Purnomo Muhammad Yudhi dipanggil sang khalik, Jumat (15/2). Dunia olahraga khususnya Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) berduka.

Informasi yang dihimpun Media Indonesia, pria yang pernah tercatat sebagai menusia tercepat Asia Tenggara itu tutup usia di RSPP Bintaro, Jakarta Selatan.

Sebelum meninggal dunia, Purnomo diketahui sudah lama bergulat dengan penyakit kanker kelenjar getah bening yang dideritanya.

Sekretaris PB PASI Tigor M Tanjung mengaku, sangat berduka cita mendengar kabar berpulangnya Purnomo.

Menurutnya, informasi pertama kali diterimanya dari salah satu pengurus di PB PASI.

“Pihak keluarga pak Purnomo pertama hubungi pengurus kemudian informasi itu diteruskan kepada saya,” terangnya saat dimintai keterangan di Jakarta.

Di mata Tigor, sosok Purnomo begitu membanggakan Tanah Air. Betapa tidak, di masa kejayaannya Purnomo selalu mengharumkan nama Indonesia.

Tidak hanya melalui kejuaraan di kancah nasional namun juga di kancah internasional.

Purnomo memang merupakan salah satu sprinter terbaik Indonesia. Segudang prestasi pernah diraihnya,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan, almarhum Purnomo pernah mendulang dua medali perak di Kejuaraan Atletik Asia Jakarta 1985 serta emas di nomor 200 meter dan estafet 4x100 meter di SEA Games Bangkok 1985.

Akan tetapi prestasi terbaik pria kelahiran 12 Juli 1962 itu terjadi setahun sebelumnya.

Purnomo mengharumkan nama Indonesia di level dunia, setelah menjadi satu-satunya wakil Asia yang bertahan sampai semifinal di nomor lari 100 meter Olimpiade 1984 Los Angeles.

Dia menjadi yang ketiga tercepat, dengan catatan waktu 10,43 detik, di belakang Ray Stewart (Jamaika/10,30 detik) dan Allan Wells (Inggris/10,33 detik).

“Tentu kita semua merasa kehilangan. Segudang prestasi sudah diraih almarhum untuk Indonesia,” ungkap Tigor.

Menurutnya, beberapa tahun terakhir almarhum Purnomo memang dikabar sakit kanker dan terpaksa harus bertahan untuk dirawat di rumah sakit.

Pun demikian, Tigor mengaku, masih sering berkomunikasi dengan almarhum. Terlebih, Purnomo masih tergabung dalam group WA pengurus PB PASI.

“Almarhum masih terus mengikuti perkembangan PB PASI. Dan sampai saat ini berliau masih sebagai ketua komisi atlet,” tandasnya.

Sekadar diketahui, almarhum sesuai rencana keluarga akan dikebumikan hari ini juga sekitar pukul 16.00 WIB di tempat pemakaman umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya