Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT mengikuti multiajang Asian Games 2018, Rikako Ikee menjadi pahlawan bagi kontingen Jepang. Perenang muda berbakat berusia 18 tahun itu tak hanya membuat bendera nasional Jepang berkibar dan lagu kebangsaan Jepang berkumandang. Ia juga menorehkan prestasi spektakuler dengan meraih enam medali emas dan dua medali perak.
Bahkan, berkat prestasinya yang mencatatkan sejarah, Ikee yang telah pulang ke Jepang setelah berlaga di Asian Games 2018 harus kembali ke Jakarta. Pasalnya, perenang dengan tinggi 170 sentimeter itu dinobatkan sebagai the Most Valuable Player (MVP) of the 18th Asian Games 2018.
Pada penganugerahan penghargaan MVP Asian Games 2018 yang diberikan Ketua Inasgoc Erick Thohir di Jakarta, September lalu, Ikee pun mendapat uang tunai sebesar US$50 ribu, atau setara Rp703 juta.
Dari negaranya, Ikee mendapat penghargaan sebagai Japanese Swimmer of the Year 2018 bulan lalu. Dengan prestasinya, Ikee tengah dipersiapkan untuk bisa berlaga pada Olimpiade 2020 yang digelar di Tokyo, Jepang. Ia diharapkan kembali bersinar dan menorehkan prestasinya di Olimpiade 2020.
Namun, berita tak terduga muncul terkait dengan Ikee. Perenang belia berbakat itu didiagnosis menderita leukemia. "Saya merasa sakit dan segera pulang dari Australia setelah menjalani tes medis dan hasil diagnosis ialah leukemia," tulis Ikee pada akun Twitter pribadinya.
"Saya tak dapat memercayai ini. Ini keadaan yang membingungkan. Tetapi dengan perawatan, penyakit ini bisa diobati," tulis Ikee.
Selain peraih enam medali emas Asian Games 2018, Ikee juga pernah merebut medali emas Kejuaraan Renang Junior Dunia nomor gaya bebas 50 meter, gaya kupu-kupu 50 meter, dan gaya kupu-kupu 100 meter.
Namun, dengan hasil diagnosis menderita leukemia, Ikee kemungkinan menarik diri dari Kejuaran Dunia Renang senior yang digelar di Gwangju, Korea Selatan, pada Juli mendatang.
"Saya akan istirahat dulu dan fokus pada perawatan dan sesegera mungkin saya ingin menunjukkan sebagai Rikako Ikee yang lebih kuat," ucap Ikee.
Dengan diagnosis Ikee menderita leukemia, Yoshitaka Sakurada, sosok yang bertanggung jawab Olimpiade 2020, mengaku sangat menyayangkan. "Dia ialah atlet potensial peraih medali emas. Atlet yang kami sangat harapkan. Saya betul-betul kecewa," ucap Sakurada. "Saya meminta dia fokus untuk pengobatan dan bisa lebih baik secepatnya," kata menteri yang bertanggung jawab terhadap bidang olahraga 'Negeri Sakura'.
Ternyata ucapan kata 'kecewa' dari pejabat Jepang itu mendapat kecaman dari fan Ikee. Mereka meminta Sakurada memberi semangat kepada Ikee. Sakurada juga didesak untuk minta maaf.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved