Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBELUMNYA klub Denver Nuggets harus melalui masa-masa yang sulit. Namun, saat memasuki musim kali ini sejak Desember lalu, Nuggets mulai menunjukkan kebangkitan secara perlahan.
Tim yang diarsiteki pelatih Michael Malone sempat harus menelan pil pahit secara beruntun. Pada November lalu, tim yang belum merasakan manis mengecap gelar juara Liga NBA itu harus menderita kekalahan empat kali secara beruntun.
Namun, kini duka yang dialami Nuggets mulai berlalu. Bahkan tim yang bermarkas di Pepsi Center itu merebut enam dari tujuh laga yang dijalaninya pada akhir Januari lalu.
Pada laga kandang yang berlangsung di Pepsi Center, Denver, Colorado, Amerika Serikat (AS), Senin (11/2) waktu setempat, Nuggets membungkam tamunya, Miami Heat, dengan skor 103-87.
Kemenangan atas Heat, Nuggets telah menunjukkan kebangkitan lagi. Sebelumnya pada laga Jumat (6/2), skuat Nuggets harus mengakui keperkasaan pasukan Philadelphia 76ers dengan skor 110-117.
Sebelum dikalahkan 76ers, Nuggets tidak mampu mengatasi perlawanan skuat Brooklyn Nets dan Detroi Pistons. Nuggets bermain tanpa kemenangan.
Dengan membukam Heat, Nuggets kembali bangkit dan kini memiliki rekor 38 menang dan 18 kalah. Dengan rekor tersebut, Nuggets menempati posisi kedua di klasemen Wilayah Barat.
Kemenangan atas Heat menjadi obat atas tiga kekalahan beruntun yang dialami Nuggets. Kini skuat mulai percaya diri untuk menghadapi laga berikutnya.
"Kami tak merasa menyesal dengan diri kami sendiri," ucap forward Nuggets Bill Barton.
Dari kubu lawan, skuat Miami Heat tengah beradaptasi dalam membangun soliditas tim. Pekan lalu, dua pemain Tyler Johnson dan Wayne Ellington baru dijual Heat ke klub Pheonix Suns.
Setelah kepergian Johnson dan Ellington, pasukan Heat yang pernah meraih tiga gelar NBA itu gagal memetik kemenangan. Bahkan dari empat laga, Heat harus menderita tiga kekalahan.
Heat memiliki pemain muda Justise Winslow yang dibeli dari klub Duke Blue Devils. Namun, setelah empat tahun bergabung, pemain 22 tahun itu belum sesuai harapan tim.
Kini Winslow masih diharapkan perkembang penanpilannya dan kepemimpinannya di bawah bimbingan pemain senior Udonis Haslem.
"Saya meIihatnya," kata Haslem kepada Miami Herald baru-baru ini. "Saya melihat dia (Winslow) terus meng-alami kemajuan dan saya melihat dia lebih vokal."
Harden tampil luar biasa
James Harden tidak henti-hentinya bermain gemilang dengan menorehkan lebih dari 30 poin dalam 30 laga. Harden pun membawa kemenangan Houstin Rockets atas Dallas Maverick dengan skor 120-104.
Dengan torehan tersebut, Harden yang meraih NBA Most Valuable Player 2018 tersebut menjadi pemain kedua dalam sejarah NBA setelah Wilt Chamberlain.
Dalam kandang tersebut, Harden menyumbang 31 poin untuk Rockets. Kemenangan Rockets juga menjadi kemenangan bagi Harden yang mencatatkan sejarah,
Kendati sukses mengalahkan Mavericks, Rockets masih berada di posisi kelima klasemen Wilayah Barat. Prestasi Harden belum mendongkrak Rockets. (AFP/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved