Transisi Garuda Muda Jadi Sorotan Indra Sjafri

Satria Sakti Utama
07/2/2019 06:15
Transisi Garuda Muda Jadi Sorotan Indra Sjafri
(ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan)

TIM nasional U-22 Indonesia masih perlu banyak pembenahan sebelum mengikuti turnamen Piala AFF U-22 2019 di Kamboja, pertengahan bulan ini. Hal itu diungkapkan arsitek timnas U-22 Indra ­Sjafri seusai anak asuhannya ditahan imbang 2-2 oleh Bhayangkara FC dalam uji tanding di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, Rabu (6/2).

Menurut Indra, salah satu kekurangan timnya ialah dalam hal transisi. Para pemain, kata dia, belum sepenuhnya bisa melakukan transisi dari menyerang ke bertahan dalam situasi serangan balik. Alhasil, Witan Sulaeman dkk akhirnya harus puas ditahan imbang lawan meskipun sempat memimpin 2-0.

“Laga yang cukup menarik untuk pelajaran kedua tim, dari tim satu dan dua yang kami turunkan, ada ­kekurangan dan kelebihan. Ada hal yang harus diperbaiki secara individu, tim, organisasi, taktikal, dan model gim kami. Tapi mereka sudah memperhatikan kapan harus defense dan kapan harus ­attack, dan transisi,” cetus Indra selepas pertandingan.

Dalam laga itu Indra Sjafri memainkan dua tim yang berbeda pada babak pertama dan kedua.  Timnas unggul dua gol lebih dahulu berkat gol pembuka bek tengah Andy Setyo saat laga genap berjalan 1 jam dan eksekusi penalti Gian Zola, 4 menit kemudian.
Namun, keunggulan tersebut dibalas dalam 15 menit terakhir pertandingan lewat Ilham Udin Armayn dan Mahir Radja (83’).

“Tim kedua yang kita main-kan mencoba bermain counter attack, tapi transisinya lama,” jelas Indra.

Kendati demikian, mantan pelatih Bali United itu melihat sisi positif dari anak didiknya. Terdapat peningkatan dari sisi pemahaman teknik dan strategi. Hasil pertandingan di Bekasi itu juga akan menjadi bahan evaluasi untuk laga uji coba selanjutnya.
Timnas U-22 Indonesia dijadwalkan melawat ke Malang untuk menghadapi Arema FC pada akhir pekan ini.

Senada, pelatih Bhayangkara FC Alfredo Vera pun menyebut masih ada sejumlah perbaikan yang harus dilakukan timnya. Dia merasa anak asuhannya belum menampilkan permainan terbaik di partai itu.

“Saya pikir pertandingan itu bagus.  Semua pemain tampak berusaha maksimal. Hasil tidak terlalu penting bagi saya, yang penting kita bisa lihat apa yang kita punya. Tentu kami harus lakukan evaluasi,” cetus pelatih asal Argentina tersebut.

Ikuti Iber Cup
Sementara itu, kompetisi Piala Menpora U-14 dipastikan tidak akan berhenti sampai di tingkat domestik. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama dengan Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (BLiSPI) akan menyeleksi pemain dari kompetisi itu, yang nantinya akan dikirim ke turnamen U-15 Iber Cup Estoril di Portugal pada 1-6 Juli mendatang.

“Kami melihan timnas pelajar ini menjadi bibit untuk memetik buahnya di masa depan. Oleh karena itu, kami akan melakukan seleksi semaksimal mungkin. Siapa pun mereka kami tidak melihat nonteknisnya. Kami hanya menilai kualitas dan karakter pemain. Jadi kalau ada orang tua melakukan gerakan tambahan, saya akan keluarkan,” kata Manajer Timnas Pelajar U-15 Ray Manurung, Rabu (6/2).

“Kemenpora memandang penting turnamen ini sebagai bagian dari pembinaan berjenjang,” timpal Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta. (R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya