Pembuktian si Penghancur Tua Kovalev Obati Rasa Sakit Hati

(Bboxingscene/Mln/R-1
03/2/2019 22:15
Pembuktian si Penghancur Tua Kovalev Obati Rasa Sakit Hati
(AFP/Elsa)

PETINJU Rusia Sergey Kovalev sukses mengembalikan reputasinya sebagai ‘Krusher’ (si Penghancur) setelah memenangi laga ulangan melawan Eleider Alvarez dalam pertandingan perebutan kelas berat ringan versi WBO, Minggu (3/2).

Dalam duel yang berlangsung di Ford Center, Dallas, Texas, Amerika Serikat, tersebut Kovalev dinyatakan menang angka mutlak setelah tiga juri yang mengawasi pertandingan memberikan angka 116-112, 116-112, dan 120-108 untuknya.

Dengan demikian, petinju berusia 35 tahun itu bukan saja kembali merebut gelar WBO yang disandangnya, melainkan juga sukses membalas kekalahannya dari petinju asal Kolombia tersebut.

Pada duel pertama di Atlan­tic City, Amerika Serikat, pada 4 Agustus tahun lalu, Kovalev kalah KO di ronde 7. Itu menjadi kekalahan KO pertama petinju yang memiliki rekor bertanding 33 menang, 3 kalah, 1 seri, dan 28 menang KO tersebut. Itu sebabnya, sebelum pertandingan tidak sedikit orang yang meragukan dia bakal bisa mengalahkan Alvarez yang satu tahun lebih muda darinya.

“Pelatih meminta saya untuk tidak berlatih berlebihan. Dengan begitu, saya bisa menyimpan energi saya dan saya senang dengan performa saya di atas ring. Jab-jab saya be­kerja dengan baik. Demikian pula pukulan tangan kanan saya,” cetus Kovalev.

Berbeda dengan duel pertama, Kovalev memang tampil dominan kali ini. Dengan mengandalkan jab-jabnya, ia berhasil membuat Alvarez kewalahan. Ia juga tampil lincah untuk menghindari pukulan tangan kanan lawan.

“Satu-satunya saat saya ke­sakitan ialah ketika jempolnya mengenai mata saya.”

Di sisi lain, Alvarez tidak mau mencari kambing hitam atas kekalahannya itu. Ia meng­akui lawannya tampil jauh lebih baik. “Saya tak punya alasan dan tidak mau mencari-cari alasan. Saya pikir performa saya sudah cukup baik, tetapi tidak dengan hasilnya. Saya juga tidak merasa kalah, tapi akhirnya dia memang yang memenangi duel dan saya harus memberikan kredit untuknya,” tegas Alvarez.

Akibat kekalahan itu, Alvarez bukan saja harus kehilangan gelarnya, melainkan juga rekornya juga ternoda sebab itu merupakan kekalahan pertamanya. Dengan demikian, rekor bertanding Alvarez menjadi 24 menang, 1 kalah, dan 12 menang KO. (Bboxingscene/Mln/R-1





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya