Sosialisasikan Panjat Tebing ke Minoritas

(AFP/R-3)
25/1/2019 08:00
Sosialisasikan Panjat Tebing ke Minoritas
(AFP)

CABANG olahraga panjat tebing untuk pertama kalinya dilombakan pada Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Indonesia juga memiliki sederetan atlet panjang tebing putra dan putri yang berpotensi meraih medali terutama nomor speed di Olimpiade 2020.

Inggris pun memiliki dua atlet panjat tebing putri yang siap diandalkan merebut medali di Olimpiade 2020. Selain atlet panjat tebing Shauna Coxsey, ada nama Molly Thompson-Smith.

Molly Thompson-Smith ialah atlet berkulit hitam yang berusia 21 tahun dan tengah mempersiapkan diri untuk meraih poin agar bisa bertanding di multiajang Olimpiade 2020.

Molly terus berlatih untuk menempa diri agar target medali untuk nomor boulder, speed, dan lead di Olimpiade 2020 bisa terwujud.

Sebenarnya sebagai atlet panjat tebing nomor lead, prestasi Molly cukup bersinar. Pada IFSC (International Federation of Sport Climbing) Climbing World Cup 2017 yang digelar di Arco, Italia, dia mewakili Inggris dan sukses meraih medali.

Molly juga pernah meraih urutan kelima pada Kejuaraan Panjat Tebing Internasional di Wujiang, Tiongkok.

Sederetan kejuaraan pernah diikutinya, di antaranya 14th Senior Lead World Cup, Slovenia 2016, dan 3rd European Youth Bouldering Championships, Austria 2016.

Namun, belakangan, Molly tidak hanya berlatih untuk dapat menyumbang medali pada Olimpiade 2020 bagi negaranya. Dia juga berkampanye agar cabang panjat tebing bisa diakses semua orang bukan hanya kalangan kulit putih, melainkan juga kalangan kulit hitam.

"90% orang kulit hitam belum suka olahraga panjat tebing dan sangat ingin mengubah citra tersebut," papar Molly pada acara Beyond Talent di London, Inggris, kemarin.

"Saya ingin posisi saya di olahraga harus lebih dari sekadar tampil bertanding," kata Molly.

"Ini kehidupan saya dan harus merevolusi gaya hidup komunitas yang kuat. Saya suka terlibat," jelas Molly yang berkampanye menuju perubahan sosial yang positif.

"Saya akan bekerja sama dengan lembaga pemerintah British Mountaineering Council dan menggunakan iklan untuk mengajak kelompok masyarakat agar lebih untuk suka olahraga panjat tebing," ucapnya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya