Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengingatkan seluruh induk cabang olahraga harus memiliki target di SEA Games 2019. Sebisa mungkin, target yang dipatok ialah medali emas.
"SEA Games bukan ajang piknik. Target juara pertama memang berat, tapi itu harus. Lagi pula, kalau tidak punya target, ya untuk apa berangkat?" tegas Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewabroto kepada Media Indonesia, kemarin.
Namun, Gatot mengakui tidak semua cabang olahraga yang benar-benar berpeluang bisa menyumbangkan medali emas dari multi-ajang yang akan diselenggarakan di Filipina itu. Dari 56 cabang olahraga yang akan dipertandingkan, masih perlu diselisik mana yang berpotensi menghasilkan medali.
"Kita harus bicara soal fokus. Mana yang akan diprioritaskan, itu kami sedang menunggu laporan dari Deputi Peningkatan Prestasi Kemenpora dan dari Komite Olahraga Indonesia (KOI), karena soal priortas itu akan berkaitan dengan anggaran," kata Gatot lagi.
Anggaran yang dimaksud Gatot ialah untuk program pemusatan latihan (pelatnas) yang rencananya mulai dilaksanakan seluruh induk cabang olahraga pada Januari 2019. Rencana tersebut diharapkan tidak terganggu oleh kasus dugaan suap yang melibatkan Deputi Peningkatan Prestasi Kemenpora.
"Tempo hari sudah disepakati bahwa kami harus cepat berbenah untuk anggaran pelatnas. Kami ingin dana pelatnas sudah cair pada Januari besok. Pola pencairan seharusnya pakai pola yang sama untuk pelatnas Asian Games 2018 kemarin," kata Gatot lagi.
"Pelatnas juga sebaiknya segera dilakukan. Jangan ditunda-tunda. Jika memang ada yang berencana menggelar pelatnas setelah pemilu pada April, kami rasa itu terlalu telat. Lebih baik as soon as possible," pungkas Gatot.
Seusai pemilu
SEA Games 2019 akan mencatat-kan sejarah baru. Pasalnya, dalam perhelatan itu akan dipertan-dingkan cabang olahraga e-sports. E-sports sebelumnya belum pernah dipertandingkan pada multiajang dua tahunan itu.
Indonesia pun berencana mengirimkan para atlet di cabang olahraga tersebut. Melalui Asosiasi E-Sports Indonesia (Iespa), juga akan ada program pelatnas seperti cabang-cabang lain.
Menurut Ketua Iespa Eddy Lim, pelatnas rencananya dilaksanakan setelah Pemilu 2019. Artinya, para atlet baru bisa berlatih pada Mei tahun depan.
"Selama Januari hingga April, kami ingin seleksi siapa saja yang bisa ikut pelatnas," kata Eddy kemarin.
Program pelatnas nantinya memfokuskan para atlet untuk bisa meraih medali emas. Namun, Eddy mengatakan pihaknya juga tahu diri lantaran peluang terbesar untuk bisa merebut gelar juara hanya ada di nomor pertandingan Tekken 7.
Meski demikian, di nomor lain, yakni StarCraft, Mobile Legends, Arena of Valor, dan Dota 2, tetap ada peluang untuk masuk podium.
"Peluang medali dari empat nomor itu tetap ada. Setidaknya medali perunggu," ujar Eddy.
Tekken 7 berpeluang menyumbangan medali emas karena Indonesia menempati rangking lima besar di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut membuat Iespa opti-mistis bahwa para atlet e-sports Indonesia akan berdiri di podium pertama di nomor itu.
Untuk lawan terberat nanti, Eddy mengatakan Filipina selaku tuan rumah patut diperhitungkan. Ancaman juga datang dari negara lainnya, seperti Thailand dan Malaysia. Untuk bisa mengantisipasi perlawanan sengit para lawan, Iespa berencana mendatangkan pelatih. (R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved