Polisi: Johar Lin Eng Bisa Mengatur Kompetisi Liga 2 dan 3

Ferdian Ananda Majni
28/12/2018 14:55
Polisi: Johar Lin Eng Bisa Mengatur Kompetisi Liga 2 dan 3
(Ist)

KABID Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan tersangka mafia sepak bola nasional, Johar Lin Eng yang menjabat anggota Komite Eksekutif Persatuan Sepak Bola Indonesia (Exco PSSI) dapat mengatur kompetisi 2018 Liga 3 dan 2.

"Iya mengatur Liga 3 dan Liga 2," kata Argo, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/12).

Ia menjelaskan, Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah itu juga berperan dan menentukan pembagian grup untuk kesebelasan yang bertanding di Liga 2 dan 3.

"Pihak yang telah melobi dia bakal ditaruh di grup yang ringan. Ya, yang dia pilih, yang sudah komunikasi dengan dia," sebutnya.

Argo menambahkan, Johar Lin Eng bahkan bisa menentukan jadwal pertandingan sepak bola, mulai dari hari pertandingan hinggak pukul kick off laga tersebut.

"Dia bisa juga menentukan hari apa mainnya, jam berapa mainnya, ada semua dia," lanjutnya.

 

Baca juga: Keterlibatan Wasit Atur Skor Didalami Satgas Antimafia Sepak Bola

 

Sebelumnya, Tim Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Sepak Bola bentukkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian membekuk tiga tersangka mafia sepakbola nasional berinisial P, A, dan Johar Lin Eng yang menjabat anggota Komite Eksekutif Persatuan Sepak Bola Indonesia (Exco PSSI)

Argo menyebutkan anggota Satgas Antimafia Sepak Bola memeriksa 11 orang saksi kemudian dilakukan gelar perkara untuk meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan.

"Jadi anggota satgas bergerak menuju Semarang menangkap pelaku berisinial P dan tersangka A di daerah Pati Jawa Tengah," terangnya.

Seperti diketahui, Johar Ling En ditangkap Polisi diduga karena kasus pengaturan skor saat mendarat di Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta Timur dari Solo pada pukul 11.00 WIB.

Namanya mulai mencuat dalam program Mata Najwa. Nara sumber, Bupati Bajarnegara Budhi Warsono beserta anaknya Lasmi Indrayani yang menjadi manajer Persibara Banjarnegara membeberkan mekanisme pengaturan skor dalam program tersebut.

Bahkan Johar Lin Eng disebutkan Bupati Banjarnegara Budhi Warsono dan Lasmi Indrayani sempat meminta uang Rp500 juta untuk menjadi tuan rumah fase gugur Liga 3. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya