PBSI Minta Keringanan dari BWF

Budi Ernanto
17/12/2018 21:40
PBSI Minta Keringanan dari BWF
(MI/Adam)

PERSATUAN Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menilai peraturan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengenai jumlah turnamen yang harus diikuti terlalu berat untuk diikuti oleh setiap pemain. BWF, seperti diketahui, mewajibkan pemain untuk ikut 12 turnamen per tahun. Namun, itu hanya untuk atlet yang masuk urutan 10 besar dunia.

Jumlah turnamen yang diikuti, belum termasuk ajang multi event. Jika tidak diikuti, ada denda lima ribu dolar Amerika Serikat atau kurang lebih Rp73 juta yang harus dibayar. Karena itu ke depannya BWF diminta lebih bijaksana.

“Jangan hanya demi sponsor, jadinya kami seperti mengorbankan atlet,” kata Kabid Binpres PBSI Susy Susanti di Jakarta, Senin (17/12).

Baca juga: Hafiz/Gloria Tolak Disejajarkan dengan Tontowi/Liliyana

Banyaknya turnamen yang harus diikuti mau tidak mau dianggap jadi penyebab kegagalan Indonesia di Final World Tour 2018. Tidak ada satu pun medali emas yang dibawa pulang dari ajang tersebut. Bahkan, Marcus Fernaldi Gideon, pemain ganda putra, sampai mengalami cedera leher.

“Saya rasa sih harusnya setahun hanya delapan sampai sembilan turnamen. Jika ada multi event, satu atau dua turnamen tambahan. Kami sudah beri masukan, bukan kritik. Karena yang ngeluh bukan hanya dari Indonesia. Agenda padat, bikin atlet rentan cedera. Kita kan tahu kenapa atlet menang atau kalah karena dia bertanding,” kata Susy.

Untuk tahun depan, Susy mengatakan, pihaknya harus membagi komposisi atlet yang akan diterjunkan ke babak kualifikasi Olimpiade 2020, SEA Games 2019, dan single event. Mereka yang sudah senior akan difokuskan ke persiapan menuju olimpiade dan yang junior ke SEA Games dan juga single event. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya