Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KONTINGEN bulu tangkis Indonesia gagal total di turnamen BWF World Tour Final 2018. Ganda putra andalan Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang menjadi tumpuan harapan Merah Putih dalam meraih gelar harus mundur teratur pada laga ketiga melawan wakil Tiongkok Li Junhui/Liu Yuchen, Jumat (14/15), akibat cedera leher yang dialami Marcus.
Adapun lima wakil lain gagal memberikan kejutan bagi Indonesia dan harus kandas sejak babak penyisihan grup. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia, Susy Susanti, mengakui, para atlet Indonesia memang tampil di bawah performa terbaik mereka.
Menurut Susy, padatnya jadwal yang harus ditempuh para atlet dalam satu tahun terakhir menguras tenaga mereka hingga tampil tak maksimal di turnamen yang berlangsung di Guangzhou, Tiongkok pada 12-16 Desember tersebut.
"Jadi, memang ada beberapa faktor penyebab kekalahan kami ya, mungkin karena padatnya penampilan juga sehingga fokusnya tidak bisa masuk. Bukannya mengambinghitamkan BWF ya tetapi ada baiknya mereka mendengar masukan-masukan dari pemain, kami sendiri sebagai pengurus keberatan jika pemain terlalu dipaksakan," ujar Susy saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (15/12).
"Khususnya buat kami peraturan soal pemain elit yang harus bermain dalam 12 pertandingan atau tidak denda US$5 ribu. Kayaknya itu hanya menguntungkan BWF dan sponsor saja ya, mereka tidak tahu mau tahu kondisi atlet sakit atau apa, itu hanya turnamennya belum ada multiajang seperti Piala Sudirman, Kejuaraan Dunia, Asian Games, dan SEA Games, itu mau berapa banyak, enggak mungkin bisa dipaksakan karena yang namanya manusia pasti ada batasnya," lanjutnya.
Susy menambahkan, untuk tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan ganda campuran Haviz Faizal/Gloria Emaanuelle Widjaja, ajang kali ini memang menjadi yang pertama sehingga masalah mental juga turut mempengaruhi. Sementara itu, untuk ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, masalah kekuatan dan keuletan masih menjadi momok utama yang harus dibenahi.
"Kalau saya melihat kayaknya pada pertandingan ini memang masalah fokus dna pola pertandingan tidak pas, pola yang biasa dia mainkan tidak tembus dan akhirnay dia bingung, ya sudah itu menjadi suatu kematangan pemain dan kecerdikan mengubah strategi serta irama permainan, itu yang saya lihat kalau dibilang memang masih butuh waktu. Kalau Greysia/Apriyani memang harus ditingkatkan kembali power-nya karena kita tahu pemain Jepang kuat-kuat, berani ngadu, dan kita harus tingkatkan itu," lanjutnya.
Terkait kondisi Marcus, Susy mengatakan, cedera lehernya tidak terlalu parah. Meski demikian, kondisinya akan terus dipantau hingga akhir tahun nanti.
"Mudah-mudahan tahun depan sudah pulih sehingga bisa turun di Malaysia Master dan Indonesia Master. Tapi, kita lihat dulu kondisinya semoga bisa pulih kembali seperti sedia kala," pungkasnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved