Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KESUKSESAN taekwondoin Indonesia Defia Rosmaniar merebut medali emas pada Asian Games 2018 Agustus lalu menjadi pemicu Pengurus Besar Taekwondoin Indonesia (PBZTI) untuk terus melahirkan taekwondoin berprestasi yang dapat mengharumkan nama Indonesia di mata internasional.
Karena itu, ajang Bank Rakyat Indonesia Kejuaraan Nasional Junior Taekwondo 2018 menjadi salah satu sarana penting bagi PBTI dalam mencari taekwondoin berbakat asal daerah yang akan diorbitkan menjadi taekwondoin nasional.
Ketua Umum PBTI Marciano Norman menegaskan, ajang yang berlangsung selama tiga hari, 14-16 Desember, di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, itu jadi ajang pencarian bakat.
"Kita menyebar talent scouting (pemandu bakat) dalam kejurnas kali ini untuk melihat potensi taekwondoin junior yang nantinya diproyeksikan untuk bisa menjadi pelapis taekwondoin senior dahulu dalam pelatnas," kata purnawirawan bintang 3 TNI-AD itu di sela pembukaan Kejurnas Junior, Jumat (14/12).
Setelah menjadi pelapis, lanjut pria yang pernah mengepalai Badan Intelijen Negara (BIN) itu, taekwondoin junior akan menjadi atlet utama yang dibina dalam pelatnas jangka panjang PBTI yang diproyeksikan mampu meraih prestasi di kejuaraan tunggal atau bahkan multiajang internasional hingga level Olimpiade.
Demi meningkatkan kualitas taekwondoin Indonessia sejak belia, pada kejurnas kali ini, PBTI juga mendatangkan taekwondoin asal Korea Selatan yang meraih medali emas Olimpiade 2004 Athena, Yunani, Moon Dae Sung, untuk memberikan klinik pelatihan bagi para taekwondoin dan pelatih Indonesia.
Di sisi lain, Marciano menegaskan pihaknya akan menerapkan standar pelatihan yang sama untuk taekwondoin Indonesia, yaitu dengan menjalani pelatnas jangka panjang yang dibarengi juga dengan pelaksanaan latihan terpusat (training camp) di luar negeri, hingga mengikuti sejumlah kejuaraan di luar negeri untuk meningkatkan pengalaman bertanding.
Sementara itu, ajang BRI Kejurnas Taekwondo 2018 diikuti sekitar 420 taekwondoin dari seluruh Indonesia. Mereka berlaga dalam dua disiplin yang dipertandingkan, yaitu poomsae (jurus) dan kyorugi (tarung) dengan pembagian 20 kelas kyorugi dan 5 kelas poomsae. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved