Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN ganda putra andalan Indonesia yang juga nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo telah mengoleksi sembilan gelar selama 2018.
Setelah istirahat tidak mengikuti Korea Masters 2018, Marcus/Kevin mulai besok kembali berlaga pada turnamen penutup tahun BWF World Tour Finals 2018.
Sebagai ganda putra unggulan puncak, pasangan yang dijuluki the Minions tersebut diharapkan bisa menggenapkan gelar mereka tahun ini dengan menjuarai BWF World Tour Finals 2018.
Harapan Marcus/Kevin bisa mengoleksi gelar kesepuluh tahun ini juga didambakan Pengurus Pusat Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI). Wakil Indonesia yang berpeluang besar membawa gelar Tour Finals 2018 hanya Marcus/Kevin.
Namun, jika menilik hasil undian BWF World Tour Finals 2018, Kevin/Marcus tampaknya harus kerja ekstra untuk mempertahankan gelar tersebut. Pasalnya mereka harus lebih dulu menghadapi pasangan tangguh di babak penyisihan Grup A.
Di Grup A, dua pasangan Tionglok Han Chengkai/Zhou Haodong yang menempati unggulan keempat dan Li Junhui/Liu Yuchen yang menjadi unggulan kedelapan siap menghadang.
Tak hanya itu, unggulan dari Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen perlu diwaspadai pasangan peraih emas Asian Games 2018 tersebut.
Di atas kertas, Marcus/Kevin masih diunggulkan dari pemegang gelar juara dunia 2018 Li/Liu dan Astrup/Rasmussen. Secara head to head. Marcus/Kevin menang delapan kali dan satu kali kalah dari Li/Liu.
Rekor pertemuan antara Marcus/Kevin versus Astrup/Rasmussen dalam enam pertemuan ialah lima kemenangan untuk Marcus/Kevin dan satu kemenangan untuk pasangan Denmark.
Waspadai Han/Zhou
Sebaliknya, Marcus/Kevin justru harus mewaspadai pasangan Tiongkok Han/Zhou. Sepanjang persaingan 2018, Dari tiga pertemuan dengan Han/Zhou, Marcus/Kevin hanya menang sekali.
Indonesia juga memiliki ganda putra yang berlaga di Grup B, yakni Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Namun, untuk bisa melangkah ke babak semifinal, Ahsan/Hendra diprediksi cukup berat.
Untuk bisa lolos dari fase grup dan melangkah ke babak semifinal, setiap pasangan minimal memetik dua kemenangan dari tiga laga.
Saat menanggapi kedua wakil Indonesia yang pisah grup, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti mengatakan itu merupakan hal positif. “Kalau peluang, memang, kita berharap muncul dari ganda putra karena secara kekuatan jelas kita lebih besar karena ada dua wakil,” ucap Susy.
“Kalau untuk sektor lain, kita berharap pemain tunggal putra Indonesia bisa lebih maksimal. Ginting mungkin belum konsisten, masih memerlukan jam terbang, keberanian, tetapi tetap tunggal putra diharapkan bisa bersaing,” ujar Susy. (Rul/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved