Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM putra Palembang Bank SumselBabel menebus kekecewaan mereka usai dikalahkan Bhayangkara Surabaya Samator di laga perdana Proliga 2018-2019 Jumat (7/12) lalu. Pada laga kedua melawan Jakarta BNI 46, SumselBabel sukses meraih kemenangan sempurna dengan skor 3-0 (30-28, 25-23, 25-21) pada hari terakhir seri pertama putaran pertama di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (9/12).
Baca juga: Besok, Jakmania Rayakan Kemenangan Persija Bersama Pemprov DKI
Pada set pertama, tim putra Jakarta BNI 46 sempat mendominasi dan memimpin poin 9-7. Namun, SumselBabel bermain ngotot hingga berhasil mengejar ketinggalan poin hingga skor imbang 23-23 sebelun mengakhirinya dengan 30-28.
Memasuki set kedua, Jakarta BNI 46 pun terus melakukan kesalahan di poin-poin kritis. Hal ini memberikan keuntungan bagi SumselBabel yang terus memimpin hingga 20-16 dan mengakhiri set kedua dengan skor 25-23.
Pada set ketiga, anak asuh dari Samsul Jais ini semakin tak mampu mengembangkan permainan. Mereka kehilangan angka dan terus tertinggal sehingga dipaksa mengakui keunggulan SumselBabel dengan skor 25-21.
Kapten tim Bank SumselBabel Bagus Wahyu Ardinto mengatakan kekompakan menjadi kunci kemenangan tim kali ini. “Alhamdulillah kita diberi kemenangan, ini karena kekompakan tim, dibandingkan dengan yang pertama saat lawan Samator, kalau dilihat kita masih sendiri-sendiri, dan saat ini kita kompak, itu jadi kunci kita,” ujar Bagus.
Pelatih Bank SumselBabel Pascal Wilmar menambahkan permainan di Yogyakarta dapat menjadi modal pemain untuk mempersiapkan pertandingan ke depan. Ia pun berharap timnya dapat mencuri semua kemenangan di seri kedua yang berlangsung di Gresik.
“Seri kedua di Gresik semoga kita bisa memenangkan pertandingan, saya sih menganggap semua tim kuat ya. Jangan meremehkan ya, hampir sama seperti kemarin Jakarta Pertamina Energi, kita nggak tau maksudnya mungkin dianggap remeh lawannya, tapi begitu mereka fight kebingungan, jadi kami anggap semua musuh itu berat, jadi kita harus fokus dan tekan lawan,” kata Pascal.
Berbeda dengan tim lawan, pelatih Jakarta BNI 46 Samsul Jais mengakui bahwa anak asuhnya memang lebih banyak melakukan kesalahan dan lawan memang bisa bermain lebih bagus.
“Memang lawan lebih bagus dari kita, diawal-awal memang sebenarnya kita sudah bisa memimpin. Tapi kelemahan kita di servis sama blok, ini mungkin bahwa Proliga, pertandingan tadi belum berakhir segalanya, kami berdoa meminta yang terbaik, dan ini jadi bahan evaluasi kami, kekalahan dan kekurangan ini bisa jadi karunia, bahwa kita harus bekerja keras untuk menutupi kekurangan tadi,” pungkasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved