Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk menurunkan atlet lapis kedua di SEA Games Manila 2019 ditanggapi positif Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI). PB ISSI optimistis dengan stok atlet lapis kedua yang mereka miliki.
Manajer tim balap sepeda Indonesia, Budi Saputra, mengatakan berdasarkan kabar yang diterima dari Manila, nomor trek cabang balap sepeda tidak akan dilombakan di SEA Games 2019.
Meski demikian, Budi tetap optimistis dapat bersaing di disiplin MTB, BMX, dan road race.
“Tanpa nomor trek, kita tetap optimistis. Apalagi di nomor-nomor road race, pembalap lapis kedua lumayan mumpuni. Kita ada tiga tim kontinental yang harapannya mau berkontribusi atletnya. Downhill juga masih menjadi andalan di SEA Games karena regenerasinya sudah cukup bagus, mereka banyak mengikuti seri-seri kejuaraan yang sudah teregister di UCI,” ujar Budi saat dijumpai di sela-sela Rakernas PB ISSI di Jakarta, Sabtu (1/12).
“Untuk catatan, lapis kedua kita untuk sekelas ASEAN cukup mumpuni. Saingan kita cuma satu, Thailand,” lanjutnya.
Namun, Budi mengaku belum bisa berbicara lebih jauh mengenai target prestasi yang ingin dicapai. Pasalnya, hingga kini belum ada kejelasan dari pihak Kemenpora terkait kriteria pelapis yang akan diturunkan.
Setelah Asian Games 2018, ISSI mempertahankan 33 atlet dalam skuat pelatnas. Namun, dari total atlet tersebut hanya 26 yang masih bertahan hingga saat ini.
Budi berharap SK pelatnas yang baru akan segera diterbitkan pada akhir bulan ini.
“Untuk skuat pelatnas memang kita masih harus menunggu arahan Kemenpora. Kalau harus menurunkan lapis kedua, ya kita turunkan. Gambaran medali masih belum. Sebenarnya kalau sudah ada arahan Kemenpora, kita baru bisa berbicara target. Makanya kita berharap SK baru untuk SEA Games sudah terbit akhir bulan ini,” lanjutnya.
Demi meraih prestasi di SEA Games 2019, PB ISSI berencana mengirimkan atlet untuk menjalani pelatihan di luar negeri. Australia dan Eropa menjadi negara yang dituju organisasi yang dipimpin Raja Sapta Oktohari ini.
Tunggu aturan menteri
Hingga kini, Kementerian Pemuda dan Olahraga masih belum mengeluarkan regulasi mengenai kriteria atlet pelapis yang layak diturunkan di SEA Games 2019. Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, mengatakan peraturan menteri tentang hal itu masih disusun dan diharapkan bisa segera terbit agar cabang olahraga dapat segera menyusun proposal.
Pengurus cabang diberikan waktu hingga akhir bulan ini untuk menyerahkan laporan pertanggungjawaban program pelatnas Asian Games 2018 dan program pelatnas tahun depan.
“Saat ini, cabang olahraga masih dalam penyusunan LPJ, tapi sudah ada beberapa proposal yang masuk dan masih dalam proses verifikasi,” jelasnya.
Sementara itu, Pengurus Besar Wushu Indonesia masih menunggu kabar dari Sekretariat Negara (Setneg) terkait dengan peminjaman tempat latihan di GBK Arena. Sampai saat ini, pelatnas wushu masih terpecah, yakni di Yogyakarta dan Jakarta.
“Kita sudah masukkan surat permohonan peminjaman GBK Arena kepada Setneg dan katanya mereka mau rapat internal dulu. Semoga secepatnya bisa ada kabar dari mereka,” jelasnya. (R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved