Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN ganda campuran dari Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang menempati unggulan pertama sukses melangkah mudah ke babak perempat final turnamen Korea Masters 2018.
Pada babak kedua yang berlangsung di Women’s University Stadium, Gwangju, Korea Selatan (Korsel), kemarin, Praveen/Melati menang mudah dan hanya membutuhkan waktu 23 menit untuk menuntaskan pertandingan dengan skor 21-15 dan 21-8.
Di babak semifinal yang berlangsung hari ini, Praveen/Melati akan bertemu pasangan tuan rumah yang lolos dari babak kualifikasi Kim Won-ho/Baek Hana.
Sebelum melangkah ke babak perempat final, Kim/Baek menghentikan laju ganda campuran Tiongkok Ou Xuanyi/Feng Xueyin dengan skor 21-18 dan 24-22 dalam waktu 49 menit.
Di nomor yang sama, pasangan Indonesia lainnya Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow mengalahkan pasangan Korsel Kim Duk-young/Chang Ye-na dengan skor 25-23 dan 21-19.
Kemenangan juga diraih pemain tunggal putra Ihsan Maulana Mustofa. Ihsan mengalahkan pemain unggulan kedelapan dari Korsel Lee Dong-keun dengan skor 21-15 dan 21-18.
Namun, untuk bisa melangkah ke babak semifinal, Ihsan harus mengalahkan unggulan pertama Son Wan-ho. Selain Ihsan, pemain tunggal putra lainnya yang maju ke babak selanjutnya ialah Shesar Hiren Rhustavito.
Pemain Indonesia yang lolos ke perempat final ialah tunggal putri Fritiani dan ganda putra Berry Angriawan/Hardianto yang menjadi unggulan kelima.
Indonesia tak ikut bidding
Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memilih tidak mengikuti bidding atau pengajuan tuan rumah untuk penyelenggaraan turnamen internasional milik Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada edisi 2019-2025. Pasalnya, kebijakan BWF dinilai memberatkan negara penyelenggara.
Terdapat enam turnamen yang masuk ajang besar BWF, yaitu Kejuaraan Dunia, Kejuaraan Dunia Veteran, Kejuaraan Dunia Junior, Piala Suhandinata (Kejuaraan Dunia Junior Beregu), Piala Thomas dan Uber, serta Piala Sudirman.
Dalam tiap ajang tersebut, BWF memberlakukan pembagian ko-mersial 80-20% dalam arti mayoritas sponsor dikendalikan penuh oleh BWF, sedangkan sisanya diatur negara penyelenggara.
Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto, mengatakan, kondisi tersebut menyulitkan bagi negara penyelenggara untuk mencari sponsor yang bisa memenuhi persyaratan tersebut. Apalagi, anggaran penyelenggaraan yang dibutuhkan tidak sedikit dan meningkat setiap tahun.
“PBSI memang mengajukan ke-beratan kepada BWF mengenai hal ini karena dianggap memberatkan kami sebagai negara penyelenggara. Kami berharap BWF bisa mengubah konsep pembagian komersial menjadi 60-40%. Sebesar 60% itu dikendalikan negara penyelenggara,” ujar Budiharto dalam rilisnya. (Rul/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved