Optimistis kendati Dipandang Sebelah Mata

(AFP/BBC/Guardian/R-3)
29/11/2018 04:35
Optimistis kendati Dipandang Sebelah Mata
(AFP)

SALAH satu pertarungan yang ditunggu-tunggu ialah laga dua petinju kelas berat tak terkalahkan antara juara dunia kelas berat WBC Deontay Wilder dan Tyson Fury, pemegang gelar juara unifikasi WBA, IBF, WBO,  IBO, dan Ring.

Laga yang disebut sebagai ‘the  battle of unbeaten fighters’ akan digelar di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat, pada Sabtu (1/12) waktu setempat.

Laga yang menentukan siapa sesungguhnya sang juara sejati atau the true champion kelas berat di atas ring telah menjadi perbincangan.

Laga kali ini pun akan menentukan siapa yang bakal menjadi pemenang. Pemenangnya akan berhadapan dengan Anthony Joshua, sang juara kelas berat IBF, WBA, dan WBO yang juga unbeaten.  

Tampaknya, bagi Fury, petinju Inggris, menghadapi Wilder menjadi tantangan tersendiri. Fury dengan rekor 27 menang, 19 menang knockout (KO), dan belum terkalahkan itu ternyata dipandang sebelah mata.

Pasalnya lawannya, Wilder, dikenal sangat tangguh dan salah satu petarung terbaik di kelas berat. Wilder memiliki catatan lebih fantastis dengan 40 menang dan 39 menang KO.    

Tak mengherankan, banyak kalangan meragukan Fury mampu  menganvaskan sang raja KO, Wilder. Namun, Fury yang  mengalahkan juara dunia kelas berat Wladimir Klitschko dari Ukraina tetap optimistis.

“Saya tidak peduli dengan apa pun, saya hanya ingin menaklukkan dengan cara menyakitkan. Saya menuju sebuah jembatan dan mendengar teriakan ‘Jangan lakukan ini Tyson’. ‘Pikirkan anakmu, keluargamu, putramu, dan putrimu tanpa seorang ayah’,” ucap Fury.
Beberapa mantan petinju kelas berat pun meragukan Fury dapat bertahan lama di atas ring. Bahkan petinju Inggris yang memiliki tinggi 205 cm itu dinilai bakal tumbang di ronde-ronde awal.

Mantan juara dunia kelas berat Lennox Lewis dan Evander Holyfield mengakui berat bagi Fury menumbangkan Wilder. Namun, Fury masih memiliki kans untuk menaklukkan KO Wilder.  

“Saya pikir dengan power yang dimiliki Deontay, dia akan mengakhir laga lebih awal. Tetapi Tyson bisa membuat frustasi (Wilder) dengan jaga jarak dan menyerang dengan gayanya,” ucap Holyfield, Rabu (28/11).

Lewis yang sama-sama berasal dari Inggris pun menasihati Fury. “Jika dapat menjaga jarak, pertan­dingan akan menjadi milik Fury,” ucap Lewis. (AFP/BBC/Guardian/R-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya