Praveen/Melati belum Temui Kendala Berarti

Budi Ernanto
28/11/2018 05:30
Praveen/Melati belum Temui Kendala Berarti
(DOK PBSI )

PASANGAN ganda campuran yang menjadi unggulan pertama, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, belum menemui kendala yang berarti di babak pembuka turnamen Korea Masters 2018. 

Pasangan yang menjadi runner-up India Terbuka 2018 itu menundukkan pasangan Taiwan Chang Ko Chi/Cheng Chi Ya dengan straight-set  21-17 dan 21-14.

Di gim pertama, ganda campuran Indonesia yang belum meraih satu gelar selama musim tahun ini pun dapat mengungguli Chang/Cheng hingga akhir, meskipun pasangan Taiwan sempat melakukan perlawanan dan permainan berlangsung ketat.

Di gim kedua, Praveen/Melati lebih menguasai dan mendominasi permainan kendati sempat terpaut ketat di awal gim. Namun, akhirnya  mereka mampu menuntaskan pertandingan dalam 26 menit.

“Pertandingan tadi belum ada kendala. Kami menekan dari awal. Lawan kan juga masih di bawah kami, tapi kami enggak mau lengah saja,” kata Praveen.

Lolos ke babak dua, Praveen/Melati akan kembali berhadapan dengan pasangan Taiwan lainnya,  Lee Fang Chih/Sung Shuo Yun. Lee/Sung melangkah ke babak kedua setelah mengalahkan rekan satu negara mereka, Lin Shang Kai/Cheng  Yu-Pei, dengan skor 21-10, 19-21, dan 21-18.

Pertemuan antara  Praveen/Melati dan Lee/Sung ialah pertama kali. Namun, pasangan Indonesia itu optimistis bisa memenangi pertandingan. “Yang penting jangan lengah saja. Target kami di sini menjadi juara,” tegas Praveen.

Gugur di babak kualifikasi  
Dari nomor tunggal putra, bebera­pa pemain Indonesia tidak dapat melanjutkan ke babak kualifikasi kedua. Vicky Angga Saputra  terhenti lajunya oleh pemain Tiongkok Ren Pengbo dengan skor 23-25 dan 18-21.

Andre Marteen juga harus tersingkir di babak kualifikasi pertama. Dia  dikalahkan pemain Taiwan Chi Yu Jen dengan skor 15-21 dan 14-21.

Di sisi lain, klub bulu tangkis PB Djarum melarang para atlet mereka yang meraih prestasi di Kejuaraan Dunia Junior 2018 untuk mencairkan bonus yang didapat.

Pasangan ganda campuran Leo Rolly Camando/Indah Cahya Sari Jamil meraih gelar juara setelah mengalahkan Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhantidi yang sama-sama berasal dari klub PD Djarum di Kejuaraan Dunia Junior 2018. Kedua pasangan itu pun mendapat hadiah uang tunai.

Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan Leo/Indah mendapat uang tunai Rp40 juta, serta voucer dari sejumlah sponsor senilai Rp10 juta. Sementara itu, untuk Rehan/Fadia, uang tunai Rp20 juta dan voucer dari sponsor senilai Rp5 juta.

“Bonusnya tidak boleh diambil, harus didepositokan. Mereka masih di bawah 19 tahun. Takutnya, uangnya dipakai untuk beli ponsel. Kalau untuk itu, sebenarnya sudah dijatahkan, tapi nominalnya sudah dibatasi,” kata Yoppy di Jakarta, Selasa (27/11).

Alasan lain bonus belum bisa dicair­kan, dengan tujuan agar para atlet bisa belajar tentang pengelolaan keuangan. Yoppy menambahkan, bonus yang didepositokan itu tetap atas nama para atletnya. (Badmintonindonesia.org/R-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya