Atlet Junior Jadi Andalan di SEA Games

Budi Ernanto
26/11/2018 00:10
Atlet Junior Jadi Andalan di SEA Games
(ANTARA)

PERSATUAN Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) berencana untuk mengirimkan lebih banyak pemain junior daripada senior ke multiajang SEA Games 2019 yang akan berlangsung di Manila, Filipina.

Jumlah pemain junior akan lebih mendominasi untuk tim bulu tangkis Indonesia yang berlaga di SEA Games 2019. Sementara itu, para pemain senior akan difokuskan untuk persiapan menuju babak kualifikasi Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PBSI Achmad Budiharto menjelaskan rencana PBSI tersebut selaras dengan yang diwacanakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang menginginkan para pemain junior mendapat pengalaman bertanding di kompetisi internasional melalui SEA Games.

"Komposisi pemain junior untuk SEA Games mungkin mencapai 75%. Sudah saatnya kita beri kepercayaan dan tantangan kepada mereka yang muda," kata Budiharto kepada Media Indonesia, kemarin.

"Bisa saja kombinasi dengan pemain senior karena kita tidak ingin pulang tanpa medali dari Filipina," ujar Budiharto.

Jika menilik prestasi pebulu tangkis pada SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, pebulu tangkis Indonesia hanya bisa membawa dua me-dali emas. Dua medali emas tersebut disumbang tunggal putra Jonatan Christie dan tim beregu putra.

Jonatan meraih emas dengan mengalahkan pemain Thailand Khosit Phetpradab pada babak final tunggal putra 21-9 dan 21-10.

Medali emas dari nomor beregu putra direbut tim putra Indonesia yang mengalahkan tim tuan rumah Malaysia dengan kedudukan 3-0.

Namun, secara keseluruhan, perolehan medali emas Indonesia pada cabang bulu tangkis di SEA Games 2017 hanya di bawah Thailand.

Jika Indonesia meraih dua medali emas, para pebulu tangkis Thailand sangat mendominasi dengan membawa pulang empat medali emas.

 

Tim junior Malaysia

Budiharto memprediksi negara yang bakal menurunkan para pebulu tangkis junior bukan hanya Indonesia. Malaysia yang tahun lalu gagal mendapat emas yang ditargetkan juga akan mengandalkan para pemain muda.

"Pemain junior dari negara tetangga sudah secara bertahap diterjunkan ke kejuaraan yang sesuai dengan level mereka. Kita juga akan atur strategi untuk SEA Games besok karena kan ada kate-gori beregu juga, sementara ajangnya untuk jadi persiapan tahun depan tidak banyak," tutur Budiharto.

Untuk pemain senior, Budiharto mengatakan hampir seluruh turnamen Federasi Bulu Tangkis Internasional (BWF) dari kelas 100 hingga kelas 1.000 akan jadi ajang untuk menghimpun poin untuk bisa lolos ke multiajang Olimpiade 2020.

Pihak PBSI akan mempertimbangkan apakah ada turnamen yang kelasnya di bawah 100, tetapi menyediakan poin untuk seleksi bisa berlaga di Olimpiade 2020.

"Tujuannya kan cari poin sebanyak-banyaknya. Jadi, kalau ada turnamen yang mudah untuk dimenangkan dan bisa dapat poin, kenapa tidak diikuti juga," jelas Budiarto.

Dia menambahkan, di Olimpiade 2020, PBSI berharap Indonesia minimal punya dua wakil dari ganda putra dan tunggal putra. (R-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya