Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS Swiss Roger Federer diramalkan tidak akan bisa menambah gelar Grand Slam pada tahun depan. Hal tersebut diungkapkan oleh Toni Nadal, mantan pelatih petenis Spanyol Rafael Nadal.
Toni yang juga merupakan paman dari Nadal mengatakan kemenangan Alexander Zverev atas Novak Djokovic di partai puncak Final ATP membuktikan bahwa masa petenis generasi baru, dalam hal ini para atlet muda, telah tiba.
"Mereka akan jadi lawan berat bagi Federer, Nadal, dan lainnya. Saya pikir untuk Federer, jumlah trofinya akan berhenti di angka 20," kata Toni.
Federer bersama Nadal memang telah mendominasi Grand Slam selama kurang lebih 14 tahun. Djokovic juga ikut meramaikan persaingan, tetapi beberapa kali dia menghilang karena cedera.
Sementara Federer, terakhir kali dia mengangkat trofi Grand Slam, ialah setelah memastikan gelar juara di Australia Terbuka 2018. Selain berhasil mempertahankan gelar, dia juga menjadi petenis pria pertama yang mengoleksi 20 gelar juara Grand Slam.
"Terkadang, saya ragu apakah ada dari yang muda-muda itu bisa mengalahkan Federer di lapangan rumput atau Djokovic yang suka bermain cepat atau Nadal yang dijuliki Raja Tanah Liat," kata Toni. (BBC/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved