Olimpiade Tokyo Bebas Doping

(Ant/AFP/R-2)
24/11/2018 22:30
Olimpiade Tokyo Bebas Doping
(JUAN MABROMATA / AFP)

PRESIDEN Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach berharap bisa bekerja sama lebih erat dengan panitia Olimpiade Tokyo 2020 agar pesta olahraga terbesar di dunia itu benar-benar bersih dari doping.

“Apa yang penting ialah kami ingin Olimpiade benar-benar sebuah pesta olahraga yang bersih,” kata Bach saat berkunjung ke arena Olimpiade 2020 di Fukushima bersama Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Sabtu (24/11).

“Oleh karena itu, kami akan menghargai jika kami bisa menikmati kerja sama lebih erat dengan pemerintah Jepang,” kata Bach.

IOC dan gerakan Olimpiade saat ini berada di bawah tekanan sejak Rusia dilarang tampil di Olimpiade Musim Dingin 2018 setelah Lembaga Antidoping Dunia (WADA) menemukan bukti terjadinya doping secara sistemik dalam olahraga di Rusia yang didukung pemerintah.
Bach menyampaikan penghargaan tinggi atas persiapan menuju Olimpiade yang tinggal 20 bulan lagi.

Ia menginginkan Olimpiade yang sukses dari segala aspek, menekankan pada hal yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan atlet, serta menyediakan anggaran untuk mereka sebagai prioritas.

Ia menyatakan keyakinannya atas ketersediaan anggaran, yang menjadi berita bagus bagi panitia yang di bawah tekanan sejak adanya pemotongan anggaran pada akhir tahun lalu.

Pada Desember lalu, Panitia Olimpiade Tokyo mengungkapkan jumlah anggaran untuk pesta olahraga empat tahunan itu US$12,6 miliar, dikurangi US$300 juta dari rencana sebelumnya.

Bach dan rombongan berkunjung ke Fukushima untuk meninjau Stadion Bisbol Azuma yang akan menjadi tempat pertandingan cabang bisbol yang pertama kali digelar pada 22 Juli 2020.

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe senang dengan perhatian Bach.

“Fukushima tempat yang sangat tepat untuk membuktikan kekuatan olahraga dan gerakan Olimpiade.”

Bach berada di Jepang untuk menghadiri pertemuan Badan Eksekutif IOC di Tokyo. (Ant/AFP/R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya