Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA karateka Indonesia diproyeksikan untuk dapat lolos seleksi dan berlaga pada multiajang Olimpiade 2020 yang digelar di Tokyo, Jepang.
Namun, untuk dapat memenuhi target bisa berlaga di Olimpiade 2020, para karateka Indonesia di bawah induk organisasi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki)harus mengikuti Kejuaraan Karate Internasional ke-11 di ‘Negeri Sakura’ tahun depan.
Pengurus Pusat Forki juga harus mengirimkan para karateka Indonesia ke sejumlah kompetisi karate yang menjadi bagian dari kejuaraan dunia, liga premier, dan seri dari turnamen karate internasional.
Sekretaris Jenderal Forki Lumban Sianipar menjelaskan sebanyak 11 kejuaraan internasional harus diikuti para karateka Indonesia untuk mendapat poin yang memenuhi persyaratan untuk dapat berlaga di multiajang Olimpiade 2020.
“Syaratnya untuk bisa bertanding di Olimpiade 2020 ialah mereka yang masuk urutan 10 besar dunia. Kita masih mempunyai cukup waktu hingga batas akhir kualifikasi pada April 2020,” kata Lumban di Jakarta, Jumat (23/11).
Lumban menegaskan bahwa ada dua karateka yang berpeluang bisa lolos berlaga pada Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang, yakni Coki Istri Agung Sanistyarani dan Rifki Ardiansyah Arrosyiid.
Kini, Coki yang turun di nomor putri -55kg yang meraih medali perunggu Asian Games 2018 menempati peringkat kedelapan dunia.
Sementara itu, Rifki yang anggota TNI-AD yang meraih medali emas di nomor kumite 60 kilogram baru masuk peringkat 200 besar dunia.
“Rifki sempat menempati rangking ke-128 dunia. Kita berharap hasil dari kejuaraan karate internasional di Spanyol baru-baru ini bisa membuat rangkingnya naik menjadi ke-70 dunia. Kami berharap ada dua lagi atlet Indonesia yang bisa masuk Olimpiade,” kata Lumban.
Seleksi SEA Games 2019
Selain diproyeksikan bisa berlaga di Olimpiade 2020, Lumban mengatakan PP Forki juga akan menggelar seleksi untuk mendapatkan para karateka yang bakal diterjunkan ke SEA Games 2019 di Manila, Filipina.
Seleksi para karateka akan dilakukan melalui kejuaraan antarmaster yang bakal dihelat Januari 2019. Para karateka yang menjadi juara di berbagai kompetisi domestik akan kembali dipertandingkan untuk diseleksi masuk program pemusatan latihan nasional (pelatnas) di kawasan Ciloto, Jawa Barat.
Sementara itu, pada akhir tahun ini, Forki juga akan memantau Kejuaraan Shitoryu Asia-Pasifik Karatedo Federation Championship 2018 yang digelar di Jakarta pada 23-24 November 2018.
Dalam kejuaraan karate internasional yang diikuti para karateka dari 19 negara tersebut, Lumban berharap muncul karateka Indonesia mendapat gelar juara.
Ketua Umum Shitoryu Indonesia Karatedo (Shindoka), Iwan Setiawan, menyatakan, sebagai tuan rumah, Indonesia membidik gelar juara umum.
Kemarin, karateka Indonesia telah meraih dua medali emas di nomor bergengsi kata beregu putra dan kata beregu putri. Kata beregu putra diperkuat Erlando Stefano, Muhammad Wisnu Hidayat, dan Chogun Miyagi. Di partai final mereka menang 5-0 atas Sri Lanka.(Beo/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved