Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JAKARTA Pertamina Energi akan memulai petualangan mereka di kompetisi voli tertinggi tingkat nasional, Proliga 2019 pada 7 Desember-24 Februari mendatang. Tim asal ibu kota tersebut bertekad mengawinkan gelar juara di sektor putra dan putri pada ajang yang berlangsung di 8 kota, seperti Jogjakarta, Gresik, Bandung, Palembangan, Pekanbaru Solo, Kediri dan Malang tersebut.
Pada Proliga musim lalu, tim JPE gagal mencapai target memasangkan gelar tersebut. Ketika tim JPE putri mampu memenuhi ambisi Juara, tim putra justru terjerembab dan hanya finis di posisi tiga setelah dikalahkan Surabaya Bhayangkara Samator dan Palembang Bank Sumsel Babel yang merebut gelar juara dan runner up.
Baca juga: Kevin/Marcus Dituntut Pertahankan Gelar
Sebaliknya di edisi 2017, justru putra yang menjadi juara sementara putri hanya mampu menjadi runner up setelah digagalkan Jakarta Elektrik PLN yang mempertahankan gelar selama tiga tahun beruntun. Berdasar pada dua pencapaian itulah, tim putra dan putri JPE bersikukuh ingin mengawinkan gelar kali ini. Bahkan, tim putra kembali mendatangkan pelatih yang pernah membawa mereka merengkuh gelar dua tahun silam, yakni Putut Marhaento yang sempat absen pada tahun lalu.
"Tekad juara kami usung dengan mendatangkan susunan pemain terbaik. Mudah-mudahan mendapat jalan yang mudah, semua kompak, sehingga angan-angan untuk mengawinkan dua gelar bukan sekadar cita-cita saja karena kita juga sudah mempersiapkannya dengan baik," ujar Ageng Giriyono, Chef de Mission Jakarta Pertamina Energi saat konferensi pers di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Kamis (22/11).
JPE mempertahankan dua pemain asing yang telah bekerja sama selama tiga tahun pada musim lalu. Anna Stepaniuk dari Ukraina dalam posisi open spike dan Aleksandar Minic dari Montenegro yang memperkuat posisi opposite.
Sebagai pelengkap tim, manajemen JPE mendatangkan pemain baru, yaitu Gina Nicole Mancuso dari USA pada posisi open spike dan Vugar Bayramov dari Azerbaijan pada posisi open spike. Para pemain asing tersebut sudah mulai berlatih dengan tim putra dan putri JPE lainnya.
Kepala Pelatih putri, Muhammad Anshori mengatakan, ada perubahan komposisi sebanyak 40% pada kali ini. Untuk mengisi kekosongan pemain lama yang berpindah klub, JPE mendatangkan pemain yang memperkuat timnas Indonesia di Asian Games 2018.
Mereka adalah Amasya Manganang, Megawati Hangestri Pertiwi, Novia Andriyani, Yulis Indahyani, Asih Titi Pangestuti, Yolana Bheta Pangestika, dan Nandita Ayu Salsabila.
"Dengan mendatangkan pemain timnas, ini menjadi suatu keuntungan buat kami kareta pemain Timnas itu kan pastinya sudah berpengalaman dan Proliga pastinya mencari pemain yang sudah banyak pengalamannya, bukan pemain baru. Pandangan saya untuk tim lain yang kuat itu PGN Popsivo karena di sana juga banyak pemain timnasnya hampir seperti kita, jadi pemain Timnas itu dipecah dua, Popsivo dan Pertamina," jelas Anshori. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved