Kevin/Marcus Dituntut Pertahankan Gelar

Nurul Fadillah
22/11/2018 16:48
Kevin/Marcus Dituntut Pertahankan Gelar
(Dok PBSI)

GANDA putra peringkat satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon akan kembali menjadi andalan Indonesia di ajang BWF World Tour Finals 2018. Pada turnamen puncak gelaran BWF World Series 2018 yang berlangsung di Guangzhou, Tiongkok, 12-16 Desember mendatang, Kevin/Marcus diharapkan dapat mempertahankan gelar juara yang direngkuhnya pada tahun lalu.

Performa yang terus mengalami peningkatan dalam satu tahun terakhir semakin meninggikan ekspektasi publik kepada pasangan berjuluk Minions tersebut. Sepanjang musim 2018, keduanya membuktikan sebagai pasangan yang paling produktif dengan mengumpulkan total 9 gelar.

Delapan di antaranya mereka dapatkan dari turnamen tunggal, sementara satu gelar lainnya dicapai dengan mengharumkan nama Indonesia di multiajang Asian Games 2018 lalu. Pencapaian prestasi ini mengalahkan rekor sebelumnya yang hanya meraih tujuh gelar pada 2017 lalu.

"Ekspektasi saya tetap mempertahankan gelar di sektor ganda putra ya. Tahun lalu kan Kevin/Gideon yang menang ya minimal mempertahankan gelar di final super series itu," ujar Herry Iman Pierngadi, pelatih ganda putra Indonesia saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (22/11).

Sementara itu, di partai final kali ini, ganda putra meloloskan dua wakil. Selain Kevin/Marcus, pasangan senior Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan juga turut mendampingi.

Berdasarkan peringkat HSBC Road to Guangzhou 2018, hanya peringkat 1 hingga 8 besar yang dapat lolos ke final. Sampai pekan ke-46 pada 15 November 2018 lalu, andalan ganda putra Indonesia, Kevin/Marcus masih menguasai peringkat pertama dengan pengumpulan poin terbanyak 99.200 sementara Ahsan/Hendra di posisi delapan dengan 61.480 poin.

Herry pun mengakui, prediksi sedikit meleset karena semula ganda kedua, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang diproyeksikan lolos mendampingi Kevin/Marcus. Sayangnya, akibat absen di dua turnamen Denmark Terbuka dan Prancis Terbuka, peringkat Fajar/Rian menurun dan akhirnya gagal menembus 8 besar.

Mereka kini bertengger di posisi 13 dengan 51.830 poin, di bawah Berry ANgriawan/Hardianto yang berada di posisi 12 dengan 53.440 poin. Meski demikian, Herry optimistis target pertahankan gelar bisa tetap tercapai.

"Sebetulnya bagi saya siapa saja boleh lah (menyumbangkan gelar), Kevin/Marcus boleh, Ahsan/Hendra boleh yang penting kan Indonesia. Lagipula, Ahsan/Hendra juga sudah menunjukkan performa yang bagus ya di beberapa turnamen terakhir bisa masuk semifinal dengan kondisi usia mereka yang cukup senior, saya rasa cukup baik ya," lanjut Herry.

Demi menjaga performa menuju Guangzhou, baik Kevin/Marcus maupun Ahsan/Hendra tidak akan turun di turnamen lain. Hongkong Terbuka pekan lalu menjadi turnamen terakhir bagi mereka agar persiapan lebih maksimal.

"Tadinya seperti Ahsan/Hendra itu dijadwalkan turun di Korea Master buat mengejar poin ke final tetapi kalau sudah lolos ya buat apa lagi, mending mereka mempersiapkan diri. Minggu-minggu ini keduanya pemulihan dulu untuk mengembalikan kondisi di samping ada gim-gim kecil lah, baru di sisa waktu 2 minggu lebih bisa fokus, sebetulnya fokusnya juga hanya jaga kondisi saja khususnya fisik supaya engga ada yang cedera sambil memantain performa yang sudah ada," pungkas Herry. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya