Sprinter Nigel Levine Dilarang Bertanding

BBC/R-3)
22/11/2018 02:30
Sprinter Nigel Levine Dilarang Bertanding
( AFP PHOTO / PEDRO UGARTE)

SPRINTER terkemuka Inggris, Nigel Levine, telah dinyatakan dilarang untuk mengikuti semua kejuaraan atletik selama empat tahun. Pelari yang turut menyumbang medali emas nomor estafet 4 x 100 meter pada Kejuaraan Atletik Eropa 2014 di Zurich, Jerman, tersebut terbukti positif menggunakan zat doping.  

  Pelari berusia 29 tahun tersebut dipastikan menggunakan zat doping setelah adanya laporan dari Badan Antidoping Inggris (UKAD).

Pelari yang meraih dua medali perak nomor estafet pada Kejuaraan Dunia Atletik Indoor 2014 dan 2012 tersebut positif mengon­sumsi obat asma clenbuterol setelah mengikuti kejuaraan pada 24 November 2017 lalu.

Levine ialah pelari andalan Inggris. Pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, dia membawa bendera Inggris  untuk bertanding di lari nomor estafet 4 x 100 meter.

Sebagaimana diketahui bahwa clenbuterol ialah zat yang termasuk dilarang Badan Antidoping Dunia (WADA).  Pasalnya, zat yang digunakan obat asma tersebut dapat memacu performa atlet dalam bertanding dan bisa mengurangi berat badan.

Peraih dua medali emas untuk nomor estafet pada Kejuaraan Atletik Eropa tersebut memang tidak lagi bertanding sejak dia mengalami cedera panggul akibat mengalami kecelakaan kendaraan sepeda motor di Spanyol pada Januari 2017. Dalam insiden tersebut, rekannya James Ellington juga mengalami kecelakaan.  

Ketua Badan Antidoping Inggris (UKAD) Nicole Sapstead mengatakan semua atlet selayaknya mematuhi dasar dari ketentuan yang ketat dan bertanggung jawab terhadap semua zat yang digunakannya.  

“Levine ialah seorang atlet elite yang bertanding di multiajang Olimpiade, Kejuaraan Atletik Eropa, dan Kejuaraan Atletik Dunia, dan telah menerima edukasi dari Badan Antidoping selama kariernya,” papar Sapstead.

Sapstead mengatakan sebagai seorang atlet elite, Levine seharusnya memiliki standar tinggi dan mengetahui 100% tentang suplemen yang mengandung zat doping yang dilarang dalam pertandingan olahraga. (BBC/R-3)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya