Pastikan Enam Wakil di Final

Nurul Fadillah
21/11/2018 19:50
Pastikan Enam Wakil di Final
(ANTARA)

PEBULU tangkis Indonesia akan menghadapi turnamen puncak pada gelaran BWF World Series sepanjang 2018. Sebanyak enam wakil dipastikan lolos ke BWF World Tour Finals 2018 yang akan berlangsung di Guangzhou, Tiongkok pada 12-16 Desember mendatang.

Mereka adalah atlet nonpelatnas Tommy Sugiarto dan lima atlet pelatnas, yaitu Anthony Sinisuka Ginting dari sektor tunggal putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dari ganda putra, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dari ganda putri, serta Hafidz Faizal/Gloria Emmanuelle Widjaja dari ganda campuran. Keenam wakil tersebut merupakan pemain terbaik Indonesia yang masuk dalam peringkat 8 besar HSBC Road to Guangzhou 2018.

Baca juga: Tinjau Bibit Muda Lewat Kejurnas

Sampai pekan ke-46 pada 15 November 2018 lalu, andalan ganda putra Indonesia, Kevin/Marcus masih menguasai peringkat pertama dengan pengumpulan poin terbanyak 99.200 sementara Ahsan/Hendra di posisi delapan dengan 61.480 poin. Sementara itu, Greysia/Apriyani kini menduduki posisi lima dengan 73.350 poin.

Di sektor tunggal putra, Tommy berhasil meraih posisi tiga dengan perolehan 75.780. Adapun, Anthony di posisi enam 63,010 poin.Pelatih tunggal putra Indonesia, Hendri Saputra berharap Anthony dapat lolos ke final.

"Untuk target realistis saya masih harus lihat pool dulu nanti Ginting ketemu siapa. Tapi, harapan saya dia bisa masuk final," ujarnya melalui pesan singkat kepada Media Indonesia, Rabu (21/11)

"Untuk Anthony kami akan fokus memperbaiki fisik, stamina, serta tenaga untuk kekuatan kaki dan tangan. Itu yang terpenting karena bisa saja dia main jangka panjang, semenatra untuk teknik dan mental harusnya sudah bagus," lanjutnya.

Satu pasang

Di sektor ganda campuran, PP PBSI Sesungguhnya menargetkan dua pasang ganda campuran lolos ke partai final tersebut. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi ganda lain yang diproyeksikan ke Guangzhou.

Hingga saat ini, keduanya pun menduduki posisi delapan dengan pengumpulan 63.050 poin sejak turnamen Tiongkok Terbuka terakhir yang diikuti. Sayangnya, mereka dipastikan bakal tergeser oleh wakil lain mengingat masih ada dua kejuaraan yang tersisa untuk pengumpulan poin, yakni Syed Modi International Badminton Championships 2018 yang tengah berlangsung dan Scottish Open 2018 pada 21-25 November.

Adapun, Tiongkok Terbuka menjadi turnamen terakhir bagi pasangan peraih emas Olimpiade Rio 2016 tersebut. Dengan demikian, harapan Indonesia bertumpu pada pasangan kedua Hafiz/Gloria yang menjadi wakil tunggal ganda campuran.

Hafiz/Gloria kini berada di posisi enam dengan 68.550 poin. Pelatih ganda campuran, RIchard Mainaky mengatakan, Hafiz/Gloria batal mengikuti Korea Masters 2018 agar bisa fokus di turnamen final.

"Di Hongkong Terbuka, grafik mereka naik lagi setelah sempat tersendat di beberapa turnamen sebelumnya. Untuk persiapan Guangzhou, keduanya akan difokuskan pada pembenahan kekuatan, kecepatan dan daya tahan karena dalam lapangan hal-hal inilah yang mereka butuhkan," ujar Richard ketika dihubungi media di Jakarta, Rabu (21/11).

"Makanya Korea Masters mereka saya cancel supaya mereka bisa mengejar apa yang mereka butuhkan untuk dibenahi," tandas Richard.

Richard menambahkan, sejatinya tak ada target khusus bagi Hafiz/Gloria di turnamen final berhadiah total USD1,5 juta atau setara Rp21 miliar. tersebut. Namun, persaingan melawan atlet elit dunia tersebut akan memberikan pengalaman berharga bagi Hafiz/Gloria yang akan diprioritaskan menuju Olimpiade Tokyo 2020.

"Mereka juga harus mempergunakan kesempatan ini dengan baik dan semaksimal mungkin dan bisa menjajal, serta berusaha untuk bisa bersaing dengan pemain-pemain unggulan nanti. Jadi, yang terpenting bagi mereka adalah mempersiapkan diri dalam program latihan dengan semaksimal mungkin," pungkasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya