Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARAPAN para penggemar tinju untuk bisa menyaksikan kembali megatarung dua petinju terbaik dunia Manny Pacquiao melawan Floyd Mayweather tidak akan terwujud dalam waktu dekat. Pasalnya, negosiasi kedua kubu masih cukup alot.
Manny Pacquiao dipastikan naik ring lagi pada Januari tahun depan. Ia akan menghadapi petinju Amerika Serikat lainnya, yakni Adrien Broner, dalam perebutan gelar juara kelas menengah WBA di Las Vegas, Amerika Serikat.
Banyak yang memprediksi bahwa pertarungan petinju berjuluk ‘Pacman’ dengan Broner hanya jadi ajang pemanasan sebelum bertarung ulang melawan Mayweather. Hal itu pun tidak dimungkiri petinju kebanggaan bangsa Filipina tersebut.
Meski begitu, bukan berarti juga ia meremehkan Broner yang 10 tahun lebih muda darinya. “Apa yang saya inginkan hanya memberikan antusiasme dan menghibur orang. Itu adalah tugas saya,” ujar Pacquiao.
“Floyd, jika dia kembali dari pensiunnya, kita akan tunggu setelah pertarungan ini. Tapi kami tak bisa meremehkan pertarungan melawan Adrien Broner. Saya harus melewati pertarungan ini sebelum kita mendiskusikan pertarungan ulang dengan Floyd Mayweather,” lanjut petinju berusia 39 tahun tersebut.
Dalam pertemuan pertama pada 2015, Pacquiao harus mengakui keunggulan Mayweather.
Di sisi lain, Mayweather (41) yang sudah menyatakan gantung sarung pada 2017 dengan rekor 50-0 dia mengatakan di akun Instagram-nya bahwa duel melawan ‘Pacman’ amat mungkin akan terjadi tahun ini.
Sementara itu, Broner mengaku tidak mau terintimidasi dengan nama besar ‘Pacman’. “Dia pernah kalah KO tiga kali. Kita tahu dia bisa jatuh dan saya punya kekuatan untuk melakukan itu,” tegas Broner. (AFP/Mln/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved