Marcus/Kevin Raih Gelar Ke-9

Nurul Fadilah fadilah
19/11/2018 05:35
Marcus/Kevin Raih Gelar Ke-9
(Dok PBSI)

PASANGAN ganda putra nomor satu dunia dari Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/

Kevin Sanjaya Sukamuljo layak disebut sebagai pasangan pemain bulu tangkis yang paling produktif dalam meraih gelar.

Pada tahun lalu, Marcus/ Kevin mengoleksi tujuh gelar turnamen bulu tangkis. Pada 2018, pasangan yang dijuluki the Minions tersebut telah mengoleksi sembilan gelar.

Tak menutup kemungkin-an, ganda putra yang layak disebut sebagai 'sang mesin gelar' tersebut bisa kembali menambah perbendaharaan gelar mereka tahun ini.

Gelar teranyar yang diraih pasangan Marcus/Kevin ialah menjuarai turnamen Hong Kong Terbuka 2018. Pada babak final, pasangan terbaik Indonesia tersebut menundukkan pasangan unggulan keempat Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dari Jepang dengan mudah 21-13 dan 21-12 dalam waktu 35 menit.

Kevin/Marcus sudah mendominasi jalannya pertandingan sejak menit-menit awal gim pertama. Mereka tidak memberikan kesempatan bagi pasangan Jepang untuk mengembangkan permainan dan terus memberikan tekanan hingga unggul jauh dalam perolehan angka.

"Kami bisa langsung in dari awal. Enggak menyangka juga mereka bisa tampil seperti itu karena biasanya kan pertemuan dengan mereka selalu ramai. Tadi, kami bisa langsung menekan lawan, dari masuk lapangan sudah siap," ujar Marcus seusai pertandingan.

"Saat sudah menekan begitu, kami tidak mau lepas, bahaya kalau mereka berkembang, mainnya bisa ramai banget makanya kami tekan terus," lanjutnya.

Dengan kemenangan itu, Kevin/Marcus kian mengungguli Kamura/Sonoda. Dari 11 laga, Kevin/Marcus memenangi tujuh laga.

Dominasi Jepang

Di babak final sejumlah turnamen bulu tangkis bergengsi, para pemain Jepang mulai menggeser dominasi Tiongkok. Pergeseran dominasi dimulai pada babak final Korea Terbuka 2018, para pemain Jepang mewakili tiga nomor.

Pada turnamen Hong Kong Terbuka 2018, dominasi pemain 'Negeri Sakura' telah mengalahkan para pemain 'Negeri Panda'.

Di nomor tunggal putra, pemain Jepang Kenta Nishimoto menembus babak final. Sayangnya, Nishimoto gagal meraih gelar setelah ditundukkan pemain unggulan keenam dari Korea Selatan (Korsel) Son Wan-ho dengan 21-14, 17-21, dan 13-21.

Namun, pemain tunggal putri Nozomi Okuhara yang menempati unggulan ketujuh dapat mengobati tim Jepang. Okuhara mampu menghapuskan ambisi unggulan keenam Ratchanok Intanon dari Thailand dengan straight-game 21-19 dan 24-22.

Ganda putri terbaik Jepang Yuki Fukushiam/Sayaka Hirota yang menjadi unggulan pertama juga mempersembahkan gelar. Di babak final, Fukushima/Hirota masih terlalu tangguh untuk Lee So-hee/Shin Seung-cha dari Korsel dengan 21-18 dan 21-17.

Gelar ketiga Jepang diraih ganda campuran unggulan ketujuh Yuta Watanabe/Arisa Higashino. Di babak final, pasangan 'Negeri Matahari Terbit' tersebut menundukkan unggulan kedua Wang Yilyu/Huang Dongping dua gim langsung dengan skor 21-18 dan 21-14. (R-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya