Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU perak berhasil dibawa pulang atlet panjat tebing Indonesia yang telah berlaga di ajang International Climbing Series : China Open 2018. Pada laga yang berlangsung di Guangzhou, Tiongkok pada 16-18 November, Aspar Jaelolo menyumbangkan satu-satunya medali tersebut di nomor speed.
Di babak final, Aspar gagal mengalahkan wakil tuan rumah, Zhong Qixin yang menang dengan selisih waktu 0-1 detik. Aspar hanya mencetak waktu 5.99 detik sementara Qixin yang meraih emas menorehkan waktu 5.89 detik.
Sementara itu, di nomor speed putri, hanya Puji Lestari yang berhasil menembus final. Sayangnya, ia gagal mengalahkan lawan asal Rusia, Iuliia Kaplina dalam perebutan medlai perunggu. Puji mencatat waktu 9.64 detik sedangkan Kaplina unggul dengan 7.49 detik.
Baca juga: Butler Tebus Kesalahan dalam Debutnya
Adapun, emas diraih oleh Aleksandra Rudzinska asal Polandia yang mendorehkanw aktu 7.69 detik di babak final, sementara perak mengatasnamakan Mariia Krasavina asal Rusia dengan torehan waktu 8.71 detik.
Tak seperti biasanya, Aries Susanti Rahayu yang biasanya tampil maksimal di speed mengalami penurunan performa. Aries gagal masuk 4 besar setelah catatan waktunya di babak perempat final memburuk yakni 9,48 detik. (rul)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved