Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMBISI tim bulu tangkis Indonesia untuk menciptakan all Indonesian final pada nomor ganda putra di turnamen Hong Kong Terbuka 2018 gagal terwujud. Pasalnya, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang diharapkan bisa melaju ke partai puncak harus terhenti di semifinal.
Mereka dikalahkan pasangan Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, dengan skor 22-24, 15-21, kemarin.
Sebelumnya, Indonesia telah memastikan satu tiket final ganda putra lewat pertemuan dua wakil di semifinal antara Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.
Namun, dengan gagalnya Fajar/Rian, hanya satu pasang ganda putra yang mewakili Indonesia di partai puncak, hari ini. Kevin/Marcus dam Hendra/Ahsan sendiri hingga berita ini diturunkan masih bertanding.
Pada gim pertama Fajar/Rian sejati-nya sempat memimpin dengan kedu-dukan 20-18. Sayangnya, pasangan peringkat sepuluh dunia tersebut acap kali melakukan kesalahan sendiri sehingga memberikan kesempatan bagi rival untuk mencuri poin. Kemenangan 24-22 di gim pertama membuat Kamura/Sonoda semakin percaya diri. Mereka akhirnya mengendalikan permainan dan mengalahkan pasangan 'Merah Putih'.
Fajar mengaku, ia dan Rian lengah dan kurang tenang saat menghadapi poin-poin kritis. Hal itu membuat keduanya masuk tekanan lawan.
"Di gim pertama itu momen yang seharusnya tidak kalah, kami tidak bisa memanfaatkan kesempatan. Mungkin kurang tenang dan kurang pintar. Memang harus diakui, di level seperti ini, di poin-poin kritis tidak boleh lengah. Kalau lengah, ya pasti enggak bisa. Ke depannya kami tidak boleh seperti ini," kata Fajar setelah pertandingan.
Rian menambahkan, kekalahan pada gim pertama juga sempat memengaruhi permainannya di lapangan.
"Di gim kedua itu kami juga sempat memimpin perolehan angka di awal. Kemudian kami banyak tertekan lawan, mereka bermain lebih safe."
Kekalahan itu membuat Fajar/Rian tertinggal tipis 3-4 dalam rekor pertemuan dengan pasangan Jepang tersebut. "Kalau dibilang puas, ya tidak puas, seharusnya penampilan kami bisa lebih baik dari ini," tambah Fajar.
Seusai mengikuti Hong Kong Terbuka 2018, Fajar/Rian dijadwalkan akan mengikuti turnamen SyedModi International Badminton Championships 2018 dan Korea Masters 2018. Di sana Fajar/Rian kembali berburu poin demi mendongkrak peringkat yang akan menjaga peluang mereka lolos ke babak Superseri Final 2018 Desember mendatang.
Sementara itu, unggulan pertama asal Jepang, Kento Momota, gagal maju ke final setelah dikalahkan pemain veteran Korea, Son Wan-ho. Dalam pertandingan yang berlangsung di Hong Kong Coliseum itu, Momota menyerah rubber game 21-18, 16-21, 19-21 dalam waktu 1 jam, 29 menit.
Ganda putri habis
Wakil ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, gagal meneruskan perjalanan mereka ke babak final. Pada laga semifinal, Greysia/Apriyani kembali menyerah dari ganda asal Jepang, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, dalam perseteruan yang berlangsung selama 105 menit dengan skor 22-20, 9-21, 12-21.
Itu merupakan kekalahan keempat secara beruntun yang ditelan Greysia/Apriyani atas unggulan pertama tersebut. Dengan demikian, pasangan peringkat lima dunia itu pun tertinggal 2-4 dari Fukushima/Hirota.
"Di gim kedua dan ketiga, saya merasa kok sakit, tetapi saya masih melawan sakitnya. Pukulan jadi ragu-ragu, mau melawan memang mentalnya sudah down karena ini. Kami selalu kalah dari segi pikiran. Kami harus bisa bagaimana caranya mengalahkan mereka," ujar Greysia. (R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved