Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS nomor tiga dunia Roger Federer kembali bangkit. Pada laga pertama di Grup Lleyton Hewitt ATP Tour Finals 2018, petenis dari Swiss tersebut dipecundangi Kei Nishikori dari Jepang.
Namun, pada laga kedua, Federer, sang pemegang enam gelar ATP Finals, kembali menunjukkan sebagai pemain yang patut diperhitungkan.
Pada laga kedua yang berlangsung di Arena 02, London, Inggris, Rabu (14/11) dini hari, pemegang 20 gelar grand slam itu menundukkan petenis peringkat kedelapan dunia Domonic Thiem dari Austria dengan straight-set 6-2 dan 6-3 dalam waktu 66 menit.
Federer tetap membuka peluang untuk lolos dari fase grup. Dengan kemenangan tersebut, harapan Federer untuk mewujudkan ambisinya merebut gelar ATP Finals ketujuh masih terbuka.
Kemenangan yang diraih Federer tidak lepas dari pikiran yang tetap fokus pada laga selanjutnya dan melupakan kekalahannya di laga pembuka.
Sebelum memasuki Arena 02, Federer mengatakan bahwa dirinya membutuhkan mindset yang lebih positif.
Sebelum laga keduanya dimulai, petenis berusia 37 tahun tersebut sempat melontarkan senyuman kepada para suporternya yang memberi lambaian tangan.
Di gim pertama, Federer mendapat break point. Kendati tak dapat poin, dia tidak membuat kesalahan saat Thiem mendapat giliran servis. Bahkan, dia dapat mematahkan pukulan forehand yang dilancarkan Thiem.
Gaya permainan yang dikembangkan pemegang gelar Australia Terbuka 2018 itu begitu tenang. Performa berbeda sekali saat Federer melawan Nishikori.
Dalam statistik permainan, Federer menunjukkan perubahan yang berbeda sekali. Saat melawan Nishikori, dia melakukan 34 unforced error. Namun, di laga keduanya, Federer hanya melakukan 11 unforced error.
“Terasa baik, saya sangat bahagia bahwa saya menunjukkan sebuah reaksi setelah kalah di laga sebelumnya,” ucap Federer kepada Sky Sports.
“Hari ini saya lebih berpikir positif dan senang saat berada di lapangan. Saya suka bertan-ding di London dan saya teringat apa itu hak istimewa. Saya berharap bisa menunjukkannya,” ucap mantan petenis nomor satu itu.
Siap hadapi Anderson
Untuk bisa lolos dari fase grup, Federer harus memetik kemenangan di laga ketiganya. Namun, untuk bisa melangkah ke babak semifinal, petenis kelahiran Kota Basel, Swiss, harus mengalahkan Kevin Anderson.
Di Grup Lleyton Hewitt, Anderson, petenis peringkat keenam dunia dari Afrika Selatan, telah memenangi dua laga. Di laga pertama, runner-up Wimbledon 2018 itu mengalahkan Dominic Thiem. Korban kedua yang dikalahkan Anderson ialah Kei Nishikori.
Meski begitu, head to head dari lima pertemuan, Federer memenangi empat pertandingan dan hanya sekali kalah dari Anderson. “Tak pernah mudah menghadapi Anderson khususnya di lapangan indoor. Namun, saya senang dapat kesempatan melawan dia lagi,” kata Federer. (AFP/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved