Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS nomor satu dunia Novak Djokovic menjadi petenis favorit untuk menjuarai ATP Tour Finals atau ATP Finals 2018. Petenis dari Serbia itu mengawali laga dengan mulus.
Pada laga pembuka ATP Finals Grup Gustavo Kuerten yang berlangsung di Arena O2, London, Inggris, kemarin, Djokovic memetik kemenangan mudah dengan menundukkan petenis peringkat ke-10 dunia John Isner dari Amerika Serikat (AS) dengan skor 6-4 dan 6-3.
Isner yang baru tampil perdana di ATP Tour Finals takluk pada gim kelima di set pertama dan gim ketujuh di set kedua. Akhirnya dengan pukulan backhand-nya, Djokovic, sang pemegang lima gelar ATP Tour Finals, menuntaskan set kedua secara mudah dengan skor 6-3.
Tidak hanya itu, Djokovic yang memegang 14 gelar grand slam, tampil dengan pukulan servis tanpa cacat. Enam pukulan servisnya meraih poin sehingga Isner tak mendapat kesempatan mendapat poin.
“Saya mendapatkan break servis dari John (Isner) yang kadang-kadang ‘misi yang tak mungkin’, tetapi saya berada di tempat yang pas dan waktu yang tepat,” kata Djokovic yang tahun ini merebut gelar grand slam Amerika Serikat (AS) Terbuka 2018.
“Saya melakukan pukulan yang bagus dan saya melakukan pukulan balik dari baseline. Saya telah bermain solid dan tidak memberikan dia (Isner) banyak kesempatan,” ucap Djokovic seusai memenangi pertandingan.
Isner sebenarnya bukanlah petenis yang mudah dikalahkan. Pemain yang menembus babak perempat final AS Terbuka 2018 itu dikenal sebagai petenis tie-break. Namun, saat menghadapi Djokovic, petenis dari ‘Negeri Paman Sam’ itu harus mengakui kemenangan petenis asal Serbia itu.
Zverev tundukkan Cilic
Pada laga lain di Grup Gustavo Kuerten, petenis peringkat kelima dunia dari Jerman Alexander Zverev mengalahkan petenis peringkat ketujuh dunia Marin Cilic dari Kroasia 7-6 (7/5) dan 7-6 (7/1). Dengan kemenangan tersebut, Zverev memperpanjang rekor kemenangannya atas Cilic.
Hasil dari pertandingan tersebut membuat Zverev yang merupakan petenis peringkat kelima dunia, telah menang enam kali dari Cilic selama tujuh kali pertemuan. Cilic hanya pernah menang dari Zverev di Washington, Amerika Serikat, pada 2015.
“Set pertama merupakan kunci kemenangan karena melawan Cilic, kita tidak boleh tertinggal di belakangnya. Dia itu pemukul yang keras, pemain agresif, dan jika mendapatkan kepercayaan diri, dia sangat sulit dilawan,” ucap Zverev yang pernah menembus peringkat ketiga dunia pada tahun lalu.
Lebih lanjut, Zverev menyatakan sangat senang dengan hasil pertandingan pertamanya di Final ATP yang berlangsung di London, Inggris. Menurutnya, mendapat kemenangan sangatlah penting di fase grup. “Saya juga senang dengan permainan saya di sini,” kata petenis yang berusia 21 tahun tersebut.
Pada laga sebelumnya di Grup Lleyton Hewitt, petenis nomor dua dunia dan juara Australia Terbuka 2018, Roger Federer dari Swiss yang difavoritkan, secara tidak diduga takluk di tangan petenis peringkat kesembilan dunia Kei Nishikori dari ‘Negeri Sakura’ dengan straight-set 6-7 dan 6-3. (ATP/BBC/AFP/Beo)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved