Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo kembali menjadi pahlawan Indonesia. Mereka mempersembahkan satu-satunya gelar yang diboyong tim bulu tangkis Merah Putih di turnamen Tiongkok Terbuka 2018 yang digelar di Fuzhou.
Pada partai puncak yang berlangsung di Haixia Olympic Sports Center, kemarin pasangan berjuluk the Minions itu mengalahkan wakil tuan rumah, He Jiting/Tan Qiang, dengan skor 25-27, 21-17, dan 21-15. Itu menjadi gelar ketujuh (hepta) Kevin/Marcus dalam rangkaian turnamen BWF World Tour, musim ini. Menjadi delapan gelar jika ditambahkan dengan gelar yang meraka dapat di Asian Games 2018 pada Agustus lalu.
Jumlah medali emas Marcus/Kevin dari turnamen BWF pun kini sama seperti yang mereka dapat pada tahun lalu.
Beberapa ada yang merupakan hasil dari mempertahankan gelar, seperti dari India Terbuka 2018 dan juga All England 2018.
Marcus/Kevin yang merupakan pasangan ganda putra nomor satu dunia sebenarnya berpeluang meraih gelar kedelapan di Fuzhou jika mereka berhasil merebut gelar di Prancis Terbuka pada akhir Oktober lalu. Sayangnya, upaya mereka kala itu dihentikan di babak final oleh wakil Tiongkok Han Chengkai/Zhou Haodong.
Di Fuzhou, Marcus/Kevin menjadi satu-satunya wakil Merah Putih yang tersisa. Sejatinya, mereka nyaris melakoni peerang saudara melawan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dalam All Indonesian Final. Sayangnya, Ahsan/Hendra kalah dari Jiting/Qiang di semifinal pada Sabtu (10/11).
"Di gim pertama kami lebih tertekan, mereka tenaganya lebih kencang, jadi kami harus mengeluarkan banyak tenaga juga dan harus siap dengan tekanan-tekanan mereka," kata Marcus.
"Kami mencoba main lebih tenang, kurangi kesalahan dan lebih siap dengan serangan-serangan mereka. Pasangan Tiongkok tampil cukup baik, mereka cepat dan pukulannya kencang," timpal Kevin.
"Tentu senang bisa mengalahkan pasangan muda Tiongkok di final, tapi masih banyak yang perlu kami perbaiki. Kami masih sering membuat kesalahan sendiri, masih banyak kekurangan. Kami harus lebih siap lagi ke depannya, terutama minggu depan di turnamen Hong Kong Open 2018," tutur Marcus.
Kevin/Marcus besok akan langsung terbang ke Hong Kong untuk mengikuti Hong Kong Open 2018.
Target terpenuhi
Sementara itu, meski hanya mampu meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2018 di Kanada, PB PBSI cukup puas dengan pencapaian tersebut. Pasalnya, mereka sudah mencapai target.
Manajer tim Indonesia Susy Susanti menegaskan bahwa sejak awal target mereka masuk empat besar. Dia juga menegaskan bahwa para pemain sudah berjuang maksimal.
"Namanya pemain muda, faktor tekanan ada juga. Sebenarnya memang kami berharap ganda putra, tunggal putra sama ganda campuran kami ambil. Sementara ganda putri dan tunggal putri itu 50:50. Tapi, untuk ganda putra agak sedikit meleset. Ketegangan begitu terasa."
Para pebulu tangkis muda Indonesia gagal melaju ke partai puncak setelah dihentikan Korea Selatan 1-3 di semifinal. (BadmintonIndonesia/R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved