Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA hari jelang laga perdana penyisihan Grup B Piala AFF 20-18 melawan Singapura di Stadion Nasional Kallag, 9 November mendatang, timnas Indonesia terus melakukan persiapan. Kemarin sore, skuat timnas ‘Garuda’ bertolak ke Singapura dengan kekuatan 23 pemain.
Sebelum berangkat ke Singapura, pemain timnas sempat melakukan latihan pagi hari di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat. Dalam latihan yang dipimpin langsung pelatih Bima Sakti tersebut, para pemain fokus berlatih pematangan set-piece yang selama ini menjadi kelemahan timnas Indonesia.
“Tren sepak bola sekarang itu sudah ada lima momen yaitu bertahan, menyerang, transisi bertahan ke menyerang, menyerang ke bertahan dan satu lagi set-piece. Set-piece ini penting dan jadi pembelajar-an buat kita juga karena kita sudah beberapa kali event itu, pertandingan kecolongan dari set-piece,” ujar Bima.
Lebih jauh, Bima menjelaskan kemarin menjadi latihan terakhir timnas untuk mematangkan strategi yang akan digunakan di pertandingan nanti. Di Singapura, Bima menyatakan tidak akan memberi latihan taktik permainan.
Lebih jauh, Bima mengatakan seluruh pemain dalam kondisi fit dan siap tempur, tak terkecuali Stefano Lilipaly. Sebelumnya, gelandang andal-an Indonesia tersebut sempat mengalami cedera kaki.
Tentang sosok kapten kesebelasan, Bima mengatakan hal itu akan diputuskan di saat-saat akhir jelang laga melawan Singapura.
Ia mengatakan sudah me-ngantongi sejumlah nama pemain yang layak memegang ban kapten selama Piala AFF 2018 berlangsung. Beberapa pemain yang Bima sebutkan ialah Andritany Ardhiyasa, Fachrudin Aryanto, Evan Dimas, Hansamu Yama, dan Andik Vermansyah.
“Kapten banyak ya, di sini banyak pilihan, dan yang pasti akan kita umumkan di Singapura nanti. Ada Andritany, Fachrudin, Yama, Evan, Andik, dan semua senior juga berpeluang,” lanjutnya.
Tuntaskan hasrat
Di sisi lain, hasrat Andik untuk menuntaskan gelar di Piala AFF sudah tak terbendung. Dalam dua kesempatan membela tim ‘Garuda’, Andik gagal mempersembahkan trofi juara.
Pada 2012 Andik hanya mampu membawa Indonesia bertahan di fase grup setelah kalah bersaing dari Singapura dan Malaysia. Absen di Piala AFF 2014, pada Piala AFF 2016 Andik mampu membawa Indonesia lolos ke final. Namun, di laga puncak Indonesia harus menyerah 2-3 dari Thailand.
“Pastinya, saya pribadi ingin juara. Tapi pelatih Bima Sakti mengingatkan saya untuk ja-ngan sampai mikir terlalu jauh dulu. Kita cukup konsentrasi satu atau dua pertandingan ke depan,” ujar Andik.
Sebagai pemain senior yang sudah merasakan asam garam Piala AFF, Andik tentu menjadi salah satu andalan di skuat ‘Garuda’. Pengalaman Andik juga dapat membantu pemain lain untuk bisa beradaptasi lebih cepat dengan atmosfer di turnamen tersebut.
“Pahit-manisnya di AFF sudah saya rasakan. Sebagai pemain senior saya telah berdiskusi dengan pemain-pemain yang lebih muda,” lanjutnya.
Andik mungkin akan menjadi pilihan utama di posisi sayap yang sebelumnya diproyeksikan diisi Saddil Ramdani. Seperti diketahui, pemain Persela Lamongan itu dicoret dari timnas karena terlibat kasus kriminal. (R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved