Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LIFTER Indonesia Eko Yuli Irawan masih menunjukkan konsistensi prestasinya. Peraih medali emas Asian Games 2018 itu kembali merebut medali emas di ajang internasional dengan menjadi juara di Kejuaraan Dunia Angkat Berat di Asghabat, Turkmenistan, Sabtu (3/11).
Eko yang bertanding di kelas 61 kg berhasil membuat total angkatan 317 kg dan mencatatkan dirinya sebagai pencetak rekor baru di nomor tersebut.
Dengan prestasinya di Turkmenistan, Eko diharapkan bisa mempertahankan peformanya hingga SEA Games 2019 yang akan digelar di Kota Manila, Filipina. Nomor angkat berat kelas 61 kg yang menjadi andalan Eko juga bisa dipertandingkan di multiajang Asia Tenggara tersebut.
"Yang sulit kan mempertahankan prestasi," kata Joko Pramono, Wakil Ketua Umum Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI), kepada Media Indonesia, kemarin.
Kejuaraan dunia di Turkmenistan, menurut Joko, sebenarnya ajang bagi lifter PABBSI berburu poin untuk bisa masuk ke Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.
Selain Eko, ada sembilan lifter lain yang ikut ke Turkmenistan, antara lain Deni (67 kg), Triyatno (73 kg), dan Sri Wahyuni Agustiani (49 kg).
"Kami berharap dua lifter putra dan dua lifter putri dari 10 lifter yang ke Turkmenistan bisa turun nantinya ke Jepang. Untuk putra, ada kemungkinan besar target itu tercapai. Sementara putri, peluang tetap ada. Walau dapat empat lifter, kami berharap bisa ada lifter lain yang ikut ke Olimpiade 2020," kata Joko.
Untuk persiapan menuju SEA Games 2019 pada akhir 2018, akan digelar kejuaraan nasional di Kota Bandung, Jawa Barat, pada akhir bulan ini.
Joko menambahkan, para lifter junior diharapkan bisa unjuk kemampuan di kejuaraan tersebut demi bisa berprestasi di Filipina pada tahun depan.
"PABBSI punya enam atlet pelapis yang siap diturunkan di SEA Games. Risiko mereka kalau kalah karena Eko dan lifter segenerasinya turun juga. Prinsip di olahraga, kan, siapa yang siap dia yang menang maka atlet junior persiapkan diri dengan baik," sambungnya.
Dua dari enam junior yang disebutkan Joko saat ini juga ikut ke Turkmenistan. Mereka tidak ditargetkan untuk menang, tetapi diharapkan juga bisa meraih poin untuk ke Olimpiade 2020 karena mereka yang masuk urutan delapan besar berhak ikut ajang empat tahunan tersebut. Sementara itu, empat pelapis lainnya telah ikut kejuaraan di Thailand pada tiga pekan lalu.
Berhasil terapkan strategi
Manajer tim angkat besi Indonesia Sony Kasiran yang mendampingi 10 lifter pelatnas berangkat ke Turkmenistan mengatakan kesuksesan Eko menjadi juara dunia tidak terlepas dari strategi yang diterapkan tim pelatih saat mengajukan permintaan angkatan.
"Awalnya kami ajukan angkatan 177 kg untuk clean and jerk untuk mengelabui Tiongkok. Tapi, ketika Tiongkok dan Kolombia gagal di angkatan 172 kg, akhirnya kami putuskan menjadi 174 kg," kata Sony.
Lifter kelas 61 kg yang meraih medali perak dan perunggu berasal dari Tiongkok, yaitu Fabin Li dengan total angkatan 310 kg dan Fulin Qin dengan total angkatan 308 kg.(R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved