Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menganggarkan Rp500 miliar untuk persiapan atlet menghadapi SEA Games, ASEAN Para Games 2019, dan kualifikasi Olimpiade 2020. Jumlah tersebut kurang lebih sama seperti yang dianggarkan Kemenpora untuk para atlet yang mengikuti SEA Games dan ASEAN Para Games 2017.
Menurut Menpora Imam Nahrawi, Rp500 miliar berasal dari anggaran kementerian yang dia pimpin untuk tahun depan. Dalam pertemuan dengan Komisi X DPR pada Kamis (25/10), disepakati anggaran Kemenpora pada 2019 kurang lebih mencapai Rp1,95 triliun.
"Itu jadi tantangan kita untuk mengajak swasta ikut terlibat," kata Imam.
Dikatakan Imam, untuk SEA Games, 60% atlet yang akan diterjunkan masih di tingkat junior. Diharapkan dengan adanya partisipasi di ajang dua tahunan itu, para atlet muda itu bisa mendapat pengalaman berkompetisi di tingkat internasional.
Terkait jumlah anggaran untuk tahun depan, Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan sebenarnya Rp500 miliar tidak lah ideal untuk para atlet jika juga harus mempersiapkan diri untuk mengikuti kualifikasi Olimpiade 2020. Setidaknya, nominal yang dirasa cukup, ialah sama seperti yang dianggarkan untuk persiapan Asian Games dan Asian Para Games 2018, yakni Rp735 miliar.
Deputi IV Kemenpora Mulyana mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan para induk cabang olahraga (cabor) untuk membahas tata cara penyusunan proposal rancangan kegiatan program pelatihan nasional (pelatnas) pada tahun depan.
Karena SEA Games akan diselenggarakan akhir 2019, artinya induk cabor harus mengerti bahwa penganggaran untuk pelatnas akan berjalan selama setahun penuh. Berbeda dengan SEA Games sebelum-sebelumnya yang biasa berlangsung pada tengah tahun. Sehingga ada beberapa induk cabor yang hanya menyusun program latihan hingga menjelang SEA Games berlangsung.
Dalam rapat bersama Komisi X DPR, Imam juga mengatakan bahwa Kemenpora sebenarnya sudah berjumpa dengan sejumlah pihak untuk membahas terkait pencak silat dipertandingkan di Olimpiade 2020. Dia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan panitia pelaksana Olimpiade 2020 dan juga Kementerian Olahraga dan Budaya Jepang.
"Pencak silat diusahakan untuk diprioritaskan masuk sebagai cabor ekshibisi. Namun, itu harus menunggu persetujuan dari Dewan Olimpiade Internasional (IOC). Sampai saat ini belum ada kabar lagi," kata Imam.
Sebelumnya, Imam pernah mengatakan bahwa untuk bisa dipertandingkan di Olimpiade, sebuah cabor harus diakui oleh setidaknya 80 negara anggota IOC. Untuk pencak silat sendiri, baru ada 50 negara anggota IOC yang sudah mengembangkannya.
Imam mengatakan pihaknya bersama federasi pencak silat internasional (persilat) akan mendorong agar cabor tersebut masuk ke olimpiade.
"Saya juga dengar dari salah satu anggota Komisi X DPR, Zuhdi Yahya, bahwa pencak silat telah populer di Amarika Serikat. Saya senang sekali. Kemarin juga baru dari Belanda ketemu federasi pencak silat setempat. Belanda akan diusahakan jadi hub di Eropa, sudah ada gedungnya berkat bantuan KBRI di sana," pungkas Imam. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved