Kemenpora Ingin Pelatnas di Satu Tempat

(Beo/R-2)
21/10/2018 07:30
Kemenpora Ingin Pelatnas di Satu Tempat
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berharap ke depan program pemusatan latihan nasional (pelatnas) atlet bisa dilaksanakan di satu tempat. Tujuannya agar mereka bisa melakukan pengawasan dengan mudah.

Selama ini, seluruh atlet dari seluruh induk cabang olahraga (cabor) tidak berlatih di lokasi yang sama. Akibatnya, pemerintah tidak bisa maksimal dalam melakukan pengawasan.

"Kemarin, pelatnas tinju di Sulawesi. Angkat besi beberapa kali di Sumatra. Kami ingin siapkan semua tempat latihan itu tentu dengan kesepakatan dan kerelaan para induk cabor. Kalau di Jakarta, di Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno (GBK), itu bisa dipakai pelatnas tanpa harus bayar," kata Menpora Imam Nahrawi di Jakarta, kemarin.

Ia mencontohkan pelatnas atlet disabilitas yang sudah sejak lama berlatih di Solo, Jawa Tengah.

Hasilnya terbukti. Prestasi mereka sangat membanggakan. Mereka menjadi juara umum di ASEAN Para Games 2017 dan melampaui target di Asian Para Games 2018.

Di samping itu, lanjut Imam, dengan ditempatkan di dalam satu lokasi, diharapkan seluruh kebutuhan atlet akan terpenuhi. Pengawasannya pun akan lebih mudah.

Jika memang pelatnas diadakan di Jakarta, Imam mengaku ada beberapa fasilitas negara yang pastinya bisa dipakai atlet.

Salah satunya di Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan.

"Latihan di GBK, menginap di Wisma Atlet, Kemayoran, jadi tidak perlu di hotel. Kemudian, layanan medis di Rumah Sakit Olahraga Nasional di Cibubur," kata Imam.

Namun, yang bisa mengikuti pelatnas, nantinya hanya para atlet elite.

Anggaran negara untuk pelatnas menurut Imam tidak ditujukan ke para atlet pelapis atau atlet muda. Untuk pembiayaan latihan atlet di luar kategori elite, itu diserahkan ke tiap induk cabor.

Sementara itu, sejumlah perenang pelatnas dipastikan bakal ambil bagian dalam kejuaraan Renang Terbuka 2018. Salah satu perenang yang turun, yakni I Gede Siman Sudartawa.

Diungkapkan pelatih Albert C Sutanto, diturunkannya para perenang pelatnas di kejuaraan yang berlangsung pada 19-21 Oktober di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, untuk menentukan pengaturan program pelatnas tahun depan. Selain itu, tentu saja mencari bibit-bibit baru.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya