The Minions Menangi Perang Saudara

Budi Ernanto
21/10/2018 07:20
The Minions Menangi Perang Saudara
(ANTARA FOTO/Humas dan Media PP PBSI)

INDONESIA berhasil mengamankan satu tiket menuju babak final di nomor ganda putra setelah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo memenangi perang saudara melawan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Marcus/Kevin menang dengan skor 21-18 dan 24-22 dalam waktu 31 menit.

Meski demikian, pasangan berjuluk the Minions itu tidak mudah memenangi laga tersebut. Pertandingan ganda senior versus junior pelatnas itu berlangsung ketat. Itu bisa dilihat dari skor pertandingan.

Dengan kemenangan itu, Kevin/Marcus tinggal menunggu lawan, yakni pemenang antara unggulan keempat asal Jepang, Takeshi Kamura/keigo Sonoda, dan wakil Inggris Marcus Ellis/Chris Langride.

Keberhasilan Marcus/Kevin sayangnya tidak dapat diikuti pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Satu-satunya ganda putri 'Merah Putih' di semifinal itu kalah dengan skor 13-21 dan 16-21 dari unggulan pertama asal Jepang, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota.

Kegagalan juga dialami ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Owi/Butet). Mereka gagal melaju ke babak final akibat takluk dari Zheng Siwei/Huang Yaqiong lewat pertarungan rubber game, 21-11, 19-21, dan 21-17.

Owi/Butet di gim pertama tidak berhasil mengendalikan permainan. Namun, mereka mampu membalikkan keadaan di gim kedua. Sayangnya, performa tersebut tidak terlihat di gim ketiga. Banyak kesalahan yang dilakukan Owi/Butet sehingga membuat Siwei//Yaqiong sangat mudah mendulang angka.

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi memang tidak mudah menghadapi lawan. Kami seharusnya lebih tenang. Kalau ketinggalan jauh kejarnya sulit, kalau mepet-mepet masih ada kans," kata Butet.

Sementara itu, Owi mengatakan lawan selalu menekan dan mampu segera bertahan ketika diserang. Hanya, Siwei/Yaqiong dinilai lebih percaya diri. "Kami mencoba menikmati permainan, tapi sampai semifinal kami sudah bersyukur. Kami tidak mau kalah dan sudah beri perlawanan, mereka agak tegang juga. Ekspektasinya mau menang, tapi namanya permainan ya harus terima kekalahan," timpal Butet.

Siapkan tim terbaik

Sementara itu, tim beregu putri U-19 PB Exist mengaku tidak gentar menghadapi PB Djarum di babak final Superliga Junior 2018 di Magelang, Jawa Tengah, hari ini (Minggu, 21/10).

Koordinator tim beregu putri U-19 PB Exist Ronald Bakara mengatakan raihan anak asuhnya yang mampu lolos dari semifinal sudah sesuai dengan harapan. Dalam menghadapi PB Djarum Kudus di babak final, Ronald menegaskan timnya akan tampil menurunkan kekuatan terbaiknya.

"Evaluasi pertandingan semifinal untuk babak final lebih ditekankan kepada kesiapan mental anak-anak. Kami pikir besok adalah final ideal. Semua kekuatan merata dan masing-masing tim sudah sama-sama tahu di mana poin yang bisa diambil pada setiap partainya," jelasnya.

Ronald mengatakan, Putri Kusuma Wardani, Nita Violina Marwah/Putri Syaikah Ulima Hidayat, dan Yasnita Enggira Setiawan ialah tiga pilar yang diprediksi akan menjadi kekuatan utama bagi PB Exist.

"Mereka memang harus mengisi posisi tiga teratas. Ketiganya menunjukkan prestasi yang bagus sepanjang 2018. Kami juga harus menurunkan formula terbaik di ajang yang prestisius ini. Karena bagi Exist, dari awal sampai akhir itu harus selalu menampilkan yang terbaik. Dan itu kami lakukan," tuturnya.

Exist memang berambisi memboyong Piala Susy Susanti untuk disandingkan dengan Piala Liem Swie King. (BadmintonIndonesia/R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya