Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MULAI tahun depan, ada perubahan aturan terkait tie-break di Wimbledon 2019. Menurut All England Lawn Tennis Club (AELTC) selaku panitia penyelenggara Wimbledon, menyatakan bahwa sebuah pertandingan akan menerapkan tie-break jika angka sudah menyentuh 12-12.
Peraturan baru itu dibuat sebagai tindak lanjut atas lamanya pertandingan antara John Isner dan Kevin Anderson di semifinal Wimbledon 2018. Kala itu, skor akhir menunjukkan angka 26-24 untuk Isner.
Meski menang, Isner mengaku tidak terlalu gembira lantaran untuk mengalahkan Anderson saja sampai butuh waktu hingga tiga jam. Bagi Isner, itu merupakan laga keduanya yang memakan waktu begitu lama. Sebelumnya, dia juga pernah melawan Nicolas Mahut di Wimbledon 2010 hingga skor berakhir di angka 70-68.
"Kami tahu sangat jarang ada pertandingan yang memainkan set penentu. Kami pikir tetap saja aturan tie-break 12-12 akan memberikan keuntungan bagi para pemain. Dengan demikian mereka tidak perlu memainkan laga hingga begitu lama," kata Direktur AELTC, Philip Brook.
Tie-break baru, lanjut Brook, nantinya akan diberlakukan sejak babak kualifikasi dan untuk semua nomor. Pertandingan untuk para pemain junior juga akan menggunakan format tie-break yang baru.
"Keputusan yang bagus dari penyelenggara Wimbledon untuk menerapkan tie-break 12-12 di set terakhir. Anderson/Isner/(Novak) Djokovic)/(Rafael) Nadal/(Serena & Venus) Williams/(Angelique) Kerber dan seluruh penggemar olahraga tenis akan sangat gembira dengan peraturan tersebut," kata salah satu legenda tenis dunia Boris Becker. (BBC/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved