Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GANGGUAN motorik membuat Febriyanti Vani Rahmadani, 16, terkadang bisa membuat kesulitan mengontrol gerakan anggota tubuhnya. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk berolahraga.
Remaja yang akrab disapa Vani itu menjatuhkan pilihannya pada boccia. Ia beralasan olahraga tersebut tidak terlalu memberatkan fisik, hanya membutuhkan konsentrasi dan kekuatan tangan.
Kebetulan tempatnya belajar, Yayasan Penyandang Anak Cacat (YPAC), Kota Surakarta, Jawa Tengah, mengajarkan olahraga yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas celebral palsy tersebut.
Sejak awal 2017, Vani pun ikut berlatih, walau belum secara rutin. "Tidak setiap hari. Kalau ada yang latihan, saya ikut," kata Vani di aula YPAC Kota Surakarta, beberapa waktu lalu.
Guru olahraganya, Sigit Fredi Hartanto, melihat bahwa Vani memiliki potensi dan bakat pada olahraga ketangkasan dalam melempar bola tersebut.
Sigit pun akhirnya memutuskan untuk melatih Vani secara lebih intensif untuk diikutsertakan dalam ajang Pekan Paralimpiade Pelajar Nasional (Peparpenas) VIII yang digelar di Kota Surakarta pada 2017.
Keputusan Sigit yang sekarang menjadi kepala pelatih tim nasional boccia Indonesia itu tepat. Kendati belum lama menekuni cabang olahraga boccia, Vani berhasil meraih medali emas.
Prestasinya yang luar biasa itulah yang kemudian membuat Vani dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan Asian Para Games 2018. Bersama tujuh atlet lain, Vani menjalani karantina dan menjalani program latihan rutin di aula YPAC Kota Surakarta.
Meski berlatih setiap hari, pagi dan sore, tidak terlihat gurat kelelahan di rona wajah Vani, putri pasangan Tri Basuki, 44, dan Daryanti, 39.
Vani tetap bersemangat dan fokus dalam menjalani sesi demi sesi latihan. Keinginan untuk mengukir prestasi di ajang Asian Para Games 2018 yang tinggal menghitung hari menjadi motivasinya.
Bahkan, bila dulu saat mengikuti Pekan Paralimpiade Pelajar Nasional (Peparpenas) VIII, Vani sempat mogok latihan karena tidak mau dikarantina. Kini, karantina yang dijalani demi prestasi tak lagi masalah bagi Vani.
"Insya Allah, saya ingin meraih medali emas. Jadi, harus semangat dan berlatih setiap hari," kata Vani yang belum lama ini diajak menjajal kemampuannya di Malaysia dan Korea Selatan itu.
Vani merupakan satu-satunya atlet perempuan, sekaligus menjadi tumpuan harapan Indonesia di cabang olahraga boccia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved