Dari Atletik ke Basket Kursi Roda

(WJ/R-3)
02/10/2018 01:15
Dari Atletik ke Basket Kursi Roda
(MI/Widjajadi)

CABANG basket kursi roda tergolong berat dan membutuhkan fisik prima. Seorang atlet tidak hanya harus piawai dalam mendribel bola dan menjaringkan bola, tetapi harus lincah menggerakkan kursi roda.

Tak mengherankan, di antara beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Para Games 2018, basket kursi roda ialah salah satu cabang yang memiliki tantangan tersendiri.

"Ya itulah yang menjadi tantangan, kenapa saya dan teman-teman masuk menjadi tim basket kursi roda. Kami masuk dari nol dan sama sekali tidak kenal teknik. Kami harus belajar keras tentang teknik," kata Joko Sriyono.

"Kamu harus menyelaraskan mendribel bola bersamaan dengan memainkan kursi roda. Bagaimana bisa bermain kompak dan bagaimana harus berbuat ketika harus beradu kursi roda," kata atlet yang berusia 43 tahun tersebut.

Joko ialah atlet basket kursi roda yang lolos seleksi National Paralympic Committee (NPC) Indonesia untuk mewakili tim nasional yang berlaga cabang basket kursi roda di Asian Para Games 2018.

Dalam perbincangannya dengan Media Indonesia di ruang tunggu Bandara Adi Sumarmo, Boyolali, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, bapak dua putri asal Cawas, Klaten, Jawa Tengah, bertutur mengenai kisahnya bagaimana menjadi atlet basket kursi roda.

Sebelum menjadi atlet basket kursi roda, Joko telah menggeluti cabang atletik disabilitas. "Sejak 1994 saya sudah bergabung dengan YPOC (Yayasan Pembinaan Olahraga Cacat) di cabang paraatletik." ujar Joko,

"Kemudian berganti BPOC (Badan Pembina Olahraga Cacat), sebelum akhirnya bernama NPC (National Paralympic Committee). Yang saya tekuni adalah nomor 800 meter, 1.500 meter, dan 5.000 meter," kata Joko.

Sebagai atlet disabilitas cabang atletik, Joko menorehkan sejumlah prestasi. Saat Pekan Olahraga Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2018 yang digelar di Kalimantan Timur, Joko yang mewakili Jateng memboyong tiga medali emas.

Dari satu Peparnas ke Peparnas lainnya, Joko pun menjadi atlet yang langganan merebut medali emas. Akhirnya pada awal tahun ini, Joko bergabung dengan tim basket kursi roda nasional.

Pada Maret lalu, untuk persiapan menghadapi Asian Para Games 2018, Joko dan rekannya melakukan try out. Bahkan, tim basket kursi roda Indonesia mampu mengalahkan tim nasional Malaysia dan bermain ketat dengan tim nasional Thailand.

Soal target di Asian Para Games 2018, Joko mengatakan, "Ya, meski tidak ditarget, kita akan menunjukkan permainan terbaik. Dengan dukungan penonton, kami bisa memberikan semangat lebih dan hasil terbaik."





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya