Bottas Kalah demi Hamilton

(Motorsport/Beo/R-3)
02/10/2018 00:45
Bottas Kalah demi Hamilton
(Andrej ISAKOVIC / AFP)

KENDATI meraih podium pertama Formula 1 di Grand Prix Sochi, Rusia, pada Minggu (30/9), pembalap Inggris Lewis Hamilton mengaku tidak begitu senang.

Pembalap Mercedes itu menyatakan tidak mau merayakan kemenangannya. Ha-milton lebih memilih bersikap biasa saja. Tentu bagi yang menonton jalannya balapan mengetahui kenapa Hamilton berbuat demikian.

Kemenangan pembalap 33 tahun itu sejatinya memang bukan miliknya, melainkan rekan satu timnya, Valtteri Bottas.

Di pertengahan balapan, tim Mercedes meminta Bottas yang sedang memimpin 24 putaran untuk memberikan posisinya kepada Hamilton.

Kubu Mercedes sebenarnya sangat anti memberikan perintah seperti itu, tetapi poin Hamilton di klasemen sangat rentan untuk diungguli Sebastian Vettel (Ferrari). Karena itu, mau tidak mau Mercedes memilih langkah tersebut.

"Rasanya tidak enak. Untuk pertama kalinya dalam ka-rier saya menjadi pembalap, merasa seperti tidak menang meskipun mendapat podium pertama," kata Hamilton.

"Sesungguhnya ini hari yang sulit," kata Hamilton.

"Ia (Bottas) sudah bijak memberi saya jalan. Biasa-nya saya akan berbesar hati, tetapi saya dapat mengerti bagaimana beratnya bagi Valtteri."

Bos Mercedes Toto Wolff mengatakan dirinya bertanggung jawab atas opsi yang diambil pihaknya. Dia beralas-an lebih memilih dianggap jahat sekarang ini ketimbang menjadi idiot di seri terakhir musim ini yang akan berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada November mendatang.

Namun, Wolff menyatakan sangat mengerti keputusan untuk mendahukan Hamilton sulit diterima Bottas. Apalagi Bottas belum pernah merebut podium pertama sepanjang musim 2018.

"Tentu skenario terbaik yang kami inginkan ialah Hamilton kedua dan Bottas yang menang. Akan tetapi, ada pertimbangan soal ban mobil Hamilton yang menjadi kekhawatiran," kata Wolff.

Kemenangan dalam balap-an di Sirkuit Olympic Park Sochi, Rusia, Minggu (30/9), menjadikan Mercedes sebagai tim yang tidak terkalahkan sejak 2014.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya