Inapgoc Berkejaran dengan Waktu

Nurul Fadillah
29/9/2018 04:40
Inapgoc Berkejaran dengan Waktu
(MI/ADAM DWI )

MESKI baru di­renovasi, sejumlah arena pertandingan di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, akan kembali mengalami perbaikan. Hal itu agar arena tersebut bisa digunakan untuk multiajang Asian Para Games 2018.

Masalahnya ialah Panitia Pelaksana APG 2018 (Inapgoc) memiliki kendala waktu dalam penyelesaian arena. Pasalnya, venue GBK baru dapat diatur sesuai dengan standar APG secara menyeluruh pada 1 Oktober.

Hal itu berkaitan dengan serah terima arena dari Panitia Pelaksana Asian Games (Inasgoc) kepada Inapgoc baru akan dilakukan besok, Minggu (30/9). Karena itu, Inapgoc belum bisa leluasa untuk melakukan pengaturan venue yang sesuai dengan standar.
Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita, optimistis di sisa waktu yang ada, Inapgoc mampu menyelesaikan semua tugasnya dengan baik, termasuk penyesuaian arena.

“Pada umumnya venue-venue sudah siap, meski ada beberapa yang perlu penyesuaian. Contoh, tamu penonton yang pakai kursi roda itu harus ada akses dan harus ada tempat. Sekali lagi pihak Inapgoc masih menunggu proses serah terima dari Inasgoc. Setelah itu, saya yakin teman-teman Inapgoc bisa kerja cepat, kerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut,” ujar Agus seusai meninjau arena panahan di Lapangan Panahan, Kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (28/9).

Agus menjelaskan, untuk membantu Inapgoc melakukan penyesuaian terhadap arena yang sesuai dengan ketentuan, Kemensos juga turut mengajak beberapa anggota komunitas penyandang disabilitas untuk meninjau. Kali ini, Kemensos membawa serta anggota Jakarta Barrier Free Tourism guna memberikan saran dan masukan.

“Masukan-masukan memang kita dapat dari teman-teman kita yang penyandang disabilitas karena mereka yang paling tahu. Oleh sebab itu, mereka kita hadirkan supaya bisa memberikan masuk­an. Misalnya, tadi di toilet panahan kalau bisa ramp-nya tidak terlalu tinggi, kemudian seperti yang dilakukan di luar negeri, toilet yang digunakan itu seharusnya ada tombol emergency.”

Hanya temporer
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana Inapgoc Raja Sapta Oktohari mengatakan anggaran Inap­goc dikhususkan bagi penyesuaian arena yang bersifat temporer. Karena itu, apabila terdapat perubahan krusial yang bersifat mengubah arena secara permanen, Inapgoc hanya bisa memberi imbauan terhadap PPK GBK selaku pengelola kawasan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat.

“Temporer itu seperti toilet portabel, kemudian kursi penonton wheelchair di venue panahan, kemudian simbol-simbol penunjuk arah dan sebagainya. Toilet portabel kita sediakan masing-masing 8 buah di setiap venue bagi penyandang disabilitas. Untuk portabel itu ada dua macam, disabilitas dan nondisabilitas dan itu akan ditempatkan di semua venue,” jelas Okto.

“Meskipun baru serah teri­ma tanggal 30, tetapi kami sudah mulai mengerjakan sejak sekarang. Yang pasti kami tidak boleh menyentuh ruang-ruang yang masih digunakan oleh Inasgoc, seperti ada ruang kerja mereka,” ujarnya. (R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya