Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KINI Melinda dikenal sebagai atlet disabilitas netra judo. Gadis yang direkrut dari tim judo Jawa Barat itu tengah menempa diri untuk berlaga di multiajang Asian Para Games 2018. Dengan membawa nama ‘Merah Putih’, ia siap memberikan yang terbaik dengan menyumbang medali.
Namun, banyak tak menyangka keterlibatan Melinda di olahraga bela diri netra bukan hal yang direncanakan. Ia mengaku sebelumnya tak tahu apa itu olahraga judo. Terlebih lagi teknik bantingan dan kuncian yang menjadi andalan judo sama sekali tak dikenalnya.
Kisahnya mengenal judo saat Melinda masih duduk di bangku sekolah menengah atas pada 2015. Penyandang disabilitas netra yang sekarang berusia 20 tahun tersebut ditawarkan berlatih olahraga judo oleh pihak National Paralympic Committee (NPC) Jawa Barat.
“Ya, semua terjadi spontan karena hasil rapat, saya ditunjuk ikut. Meski blank dan masih pakai seragam sekolah, ya sudah ikut berangkat. Modalnya hanya nekat,” tutur Melinda saat mengenang pertama kali bersentuhan dengan judo netra.
Namun, kenekatan ternyata membuahkan hasil. Dalam perjalanan menekuni judo blind yang belum terhitung lama, anak ketiga dari lima bersaudara yang terjun dikelas -52 kg ini mampu menyabet emas di Kejuaraan Nasional 2015.
Setelah itu, putri kesayangan pasangan Wahyudin-Etik itu kian dipercaya NPC Jabar, untuk mengikuti Pekan Paralimpik Nasional 2016 di Bandung, Jabar.
“Hasilnya cukup lumayan, yakni medali perak. Kalah dari atlet NPC Riau,” ucap Melinda saat ditemui Media Indonesia di Dojo Nampon, Kadipiro, Solo, 2018, Selasa sore (25/9).
Karier Melinda sebagai atlet judo merangkak naik. Ia pun ditunjuk mewakili Indonesia di ajang paralimpik internasional. Sayangnya pada ASEAN Para Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, cabang judo blind tidak dipertandingkan karena tuan rumah saat itu tidak memiliki atlet judo tunanetra.
Meski begitu, Melinda terus berlatih dan berlatih untuk menyempurnakan teknik banting dan penguncian. Dari ketekunannya itu, ia dinyatakan lolos seleksi untuk bertanding di Asian Para Games 2018.
Kendati olahraga judo telah lama dipertandingkan, untuk judo blind masih tergolong baru. Namun, selain dipertandingkan di Asian Para Games 2018, judo blind akan dipertandingkan di Paralimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Melinda diharapkan bakal mewakili Indonesia untuk cabang judo blind di ajang Olimpiade 2020 untuk atlet disabilitas.
Bersama tiga atlet putri dan lima atlet putra, Melinda terus menempa diri untuk menghadapi Asian Para Games 2018 yang digelar di Jakarta pada 6-13 Oktober mendatang. (Widjajadi/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved