Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KENDATI pertandingan Amerika Serikat (AS) Terbuka 2018 telah usai, persoalan yang menyangkut petenis Serena Williams belum tuntas dan masih menjadi perbincangan.
Di babak final, awal September lalu, Serena, sang pemegang enam gelar AS Terbuka, ditaklukkan pemain yang tengah meroket kariernya, Naomi Osaka, dari Jepang.
Namun, dalam pertandingan yang diwarnai drama kontroversial, Serena masih menyimpan ketidakpuasan. Bahkan, dia harus dikenai denda hukuman sebesar US$17 ribu atau sekitar Rp245 juta.
Saat berlangsung babak final, Serena sempat melontarkan kata kasar 'maling' kepada wasit pemimpin pertandingan. Tak hanya itu, dia juga membanting raketnya hingga rusak.
Kemarin ibu dari satu anak itu mengaku ingin move on dan melupakan semua kejadian kontroversial di final AS Terbuka 2018.
Namun, hingga kini, pemegang 23 gelar grand slam tetap membantah tuduhan bahwa pelatihnya Patrick Mouratoglou memberi kode saat melawan Osaka, kendati pelatih mengakui memberi kode permainan.
"Saya tak memahami apa yang dikatakan pelatihnya (saat itu)," ucap Serena dalam acara The Sunday Pro-ject milik jaringan televisi Australia Network Ten, kemarin.
"Saya bertanya kepada dia (Mouratoglou), Apa yang kamu katakan sebagai pelatih? Kami tidak membicarakan kode-kode," ucap petenis berusia 36 tahun tersebut.
Serena tetap berkukuh bahwa dirinya tidak mendapat taktik tersembunyi dari pelatihnya. "(Saya) tak pernah berlaku curang untuk memenangi pertandingan dan saya lebih baik kalah," paparnya.
"Dia (Mouratoglou) memang membuat sinyal gerakan. Jadi, seandainya Anda membuat gerakan bahwa Anda sedang memberi taktik permainan kepada saya. Jelas bukan, tetapi kenapa Anda mengatakan itu?" kata petenis berusia 36 tahun tersebut.
"Saya sedang berusaha melakukan semuanya dengan melupakan itu dan berusaha move on," kata Serena.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved