Obor Asian Paragames 2018 Diarak di Kota Medan

Yoseph Pencawan
22/9/2018 17:50
Obor Asian Paragames 2018 Diarak di Kota Medan
(ANTARA /Mohammad Ayudha)

DIAWALI dari Solo, Jawa Tengah, kemudian dipindahkan ke dalam obor di Ternate, Maluku Utara, lalu dikirab menuju Makassar, Sulawesi Selatan, kemudian Bali dan dilanjutkan ke Pontianak (Kalbar), akhirnya api Asian Paragames 2018 yang berasal dari Mrapen, Groboban, singgah di Ibu Kota Sumatra Utara, Medan.

Setibanya di Medan, Sabtu (22/9) sore, obor diserahkan Ketua Indonesia Asian Paragames 2018 Organizing Committee (Inapgoc), Raja Sapta Oktohari, kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Prosesi yang digelar di halaman Kantor Pemerintah Provinsi ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Sekda Sumut Sabrina, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, unsur Forkopinda Sumut, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Sebelum menemui Edy Rahmayadi, rombongan Inapgoc yang membawa obor, didampingi Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewabroto, terlebih dahulu disambut tarian Sekapur Sirih oleh para penari berpakaian adat Melayu. Senyum terkembang dari wajah rombongan, begitu pun dari paras Gubernur Edy dan jajarannya yang menyambut.

Pada kesempatan itu, Edy mengungkapkan, masyarakat daerahnya sangat antusias berkesempatan melihat langsung obor Asian Paragames 2018. Dan hari ini dianggapnya sebagai hari yang bersejarah bagi Sumut karena dilalui api Asian Paragames.

"Terima kasih sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Inapgoc yang telah memberikan kesempatan terhormat kepada Kota Medan sebagai salah satu kota kirab obor Asian Paragames 2018," paparnya.

Sumut sendiri, kata Edy, merupakan daerah yang didiami oleh berbagai suku di Tanah Air dan sangat ramah terhadap penyandang disabilitas. Ini dibuktikan dengan keberhasilan para atlet penyandang disabilitas dari Sumut yang berhasil menduduki peringkat ketiga pada Pekan Paralympic Nasional 2016 di Jawa Barat.

Dia pun berharap tujuh atlet asal Sumut yang ikut mewakili Indonesia di ajang olahraga ini mampu meraih medali, setidaknya tiga medali emas.

"Kami akan urus bonusnya. Kami tidak menjanjikan, tetapi akan memastikan bahwa bonus harus ada," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Inapgoc Raja Sapta menuturkan, pihaknya bersyukur dapat mengantarkan obor api Asian Paragames 2018 ke Sumut.

"Hari ini kita menjadi saksi sejarah, bagian dari sejarah, menjadi pelaku sejarah, karena belum tentu 50 tahun lagi api ini akan kembali ke Kota Medan," katanya.

Dia menjelaskan, Asian Paragames merupakan perhelatan olahraga paling bergengsi di Asia, untuk disabilitas. Dan kedua paling bergengsi di dunia setelah Paralympic. Ini menjadi momentum bersejarah karena Indonesia dipercaya menjadi negara ketiga tuan rumah Asian Paragames.

Dalam Asian Paragames 2018 terdapat tujuh atlet asal Sumut yang ikut berlaga mewakili Indonesia. Sebanyak dua di antaranya telah berprestasi mendapatkan medali emas di ajang ASEAN Paragames di Kuala Lumpur pada 2017.

Sesmenpora Gatot S Dewabroto menambahkan, Presiden Joko Widodo pada saat menerima kontingen ASEAN Paragames 2017 yang menjadi juara umum di Kuala Lumpur, berharap dalam Asian Paragames 2018 Indonesia paling tidak berada di peringkat ketujuh. Hal itu karena empat tahun sebelumnya di Incheon, Korea, Indonesia hanya di peringkat kesembilan.

"Kalau di Asian Games kemarin kita naik dari peringkat kesepuluh menjadi peringkat empat, sehingga di Asian Paragames harapannya bisa naik ke peringkat yang lebih baik lagi," terangnya.

Setelah prosesi penyerahan obor dari Ketua Inapgoc ke Gubernur Sumut dilakukan, obor pun kembali diserahterimakan ke Wali Kota Medan Dzulmi Eldin. Obor pun akan diarak keliling Kota Medan pada Minggu (23/9) besok, oleh pemerintah kota yang akan dimeriahkan juga dengan pertunjukan seni dan budaya. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya