Atlet Lawn Bowls Indonesia Siap Bertanding

Budi Ernanto
18/9/2018 07:00
Atlet Lawn Bowls Indonesia Siap Bertanding
(ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

 PARA atlet disabilitas cabang olahraga lawn bowls yang dipersiapkan untuk Asian Para Games (APG) 2018 mulai beradaptasi dengan Lapangan Hoki, Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Mereka berusaha menyesuaikan diri dengan cuaca Ibu Kota dan kebisingan lalu lintas di sekitar arena yang jadi tempat bertanding saat APG 2018 digelar pada 6-13 Oktober mendatang.

"Diprediksi suhu udara saat Asian Para Games ada di sekitar angka 30-34 derajat celsius. Urusan cuaca buat atlet Indonesia tidak masalah karena ketika berlatih di Solo, Jawa Tengah, panasnya kurang lebih sama. Sekarang tinggal beradaptasi dengan suara di sekitar lapangan saja," kata pelatih lawn bowls Indonesia Islahuzzaman di Jakarta, kemarin.

Menurut pria yang akrab disapa Is itu, suhu udara Jakarta diperkirakan bakal membuat para lawan kerepotan.

Is menilai negara-negara yang menjadi lawan Indonesia ialah Malaysia, Singapura, Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan. Selain Malaysia dan Singapura, tiga negara lainnya dinilai bisa tertunduk-tunduk jika suhu udara begitu panas.

"Apalagi, rata-rata lawan sudah berusia 45 tahun ke atas. Sementara atlet Indonesia, lebih muda dari mereka. Nah, soal suara berisik, main lawn bowls harus dalam kondisi tenang," kata Is.

"Tidak boleh ada orang bergerak atau bersuara ketika pemain hendak melempar bola. Pilihannya, orang di sekitar berhenti bergerak atau pemain tidak lempar bola sama sekali," tutur Is.

Selain memanfaatkan faktor nonteknis, Is mengatakan fase klasifikasi atlet akan menjadi salah satu cara yang dipakai untuk bisa merebut medali. Tahapan klasifikasi merupakan cara memutuskan apakah atlet sesuai dengan indikator disabilitas.

"Jika ada yang gugur atau membuat jumlah peserta semakin sedikit, akan menjadi peluang bagi Indonesia untuk mendapat medali," papar Is.

Pelatihan relawan
Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (Inapgoc) menggelar pelatihan untuk relawan yang akan bertugas pada 6-13 Oktober mendatang. Pelatihan itu dilangsungkan di Universitas Nasional (Unas), Jakarta, selama empat hari mulai Senin (17/9).

Ada dua materi yang diajarkan. Pertama, soal komunikasi umum dengan penyandang disabilitas. Kedua, mengenai tugas kerja di setiap divisi.

"Pada Kamis (20/9), pelatih-an diadakan di dua tempat. Sebagian di Unas dan sebagian lagi di London School of Public Relations, Jakarta," kata Wakil Direktur Divisi Legal dan HR Volunter Inapgoc Rezza Dwi Brammadita.

"Itu pelatihan yang akan diikuti juga oleh relawan dari luar kota dan luar negeri serta yang juga menyandang disabilitas. Secara total, ada 7.500 relawan yang ikut pelatihan," ujar Rezza Dwi Brammadita.

Rezza menambahkan, materi mengenai komunikasi umum dengan penyandang disabilitas merupakan hal yang paling penting bagi relawan ketika bertugas di Asian Para Games.

Materi tersebut diajarkan langsung oleh para disabilitas yang didatangkan Pertamina Training and Consulting. Ada 20 pemateri dari organisasi itu yang dilibatkan dalam pelatih-an. (R-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya