Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POSTUR tubuhnya tergolong mungil. Tinggi badanya hanya 157 centimeter, sedangkan bobot tubuhnya 44 kilogram. Jika melihat sepintas sosoknya, sebagian orang akan memandang sebelah mata.
Namun perempuan mungil yang bernama Ni Nengah Widiarsih tersebut justru menjadi tulang punggung bagi kontingen Indonesia pada Asian Para Games 2018 yang digelar di Jakartta pada 6-13 Oktober mendatang.
Ni Nengah pun diharapkan mampu mendulang medali medali emas untuk cabang angkat berat. Pada multiajang difabel Asia ketiga, perempuan berdarah Bali menjadi andalan untuk mengangkat nama Indoneia.
'Si Mungil' diharapkan bisa membawa bendera 'Merah Putih' berkibar dan lagu Indonesia Raya berkumandang di arena Asian Para Games 2018,
Apakah medali emas yang diharapkan kepada Ni Nengah cukup realistis? Ternyata Ni Nengah memang menjadi tumpuan kontingen tuan rumah. Atlet difabel asal Pulau Dewata ini baru empat hari mendarat di Tanah Air. Ia baru mengikuti pertandingan angkat besi Asia Oceania Championships 2018 di Jepang,
Di kejuaraan angkat besi Asia Oseania tersebut yang menjadi ajang kualifikasi unyuk lolos ke Paralimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. , Ni Nengah elah membuat bangga nama Indonesia.
Di event angkat besi internasional tersebut, Ni Nengah yang bertanding di kelas 45 kilogram mampu mencapai angkatan 101 kg. Dengan angkatan itu, ia pun berhak meraih medali perak.
"Saya tidak berangkat sendiri, namun bersama delapan atlet angkat berat dari NPC (National Paralympic Commitee) Indonesia lainnya," ucap Ni Nengah.
"Selain saya ada tiga teman juga memperoleh medali perak dan satu perunggu. Hasil perak ini menjadi sesuatu sekali bagi saya, dan menambah semangat untuk menuju Asian Para Games di Jakarta nanti," tukas Ni Nengah saat diwawancarai Media Indonesia di pusat pelatihan angkat berat di sekretariat NPC, Jebres. Surakarta, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Sebelumnya pada Mei silam, Ni Nengah juga mengikuti kejuaraan angkat besi digabel Eropa Terbuka 2018 di Paris, Prancis, Ia sukses membawa pulang medali emas.
Tidak hanya itu, Ni Nengah telah berulang kali mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional. Ia juga turut membawa bendera merah putih berkibar dan lagu Indonesia Raya berkumandang di ASEAN Para Games 2017.
Jadi tak muluk dan berlebihan, Ni Nengah akan kembali bisa berjaya pada Asian Para Games 2018 yang digelar di Jakarta,
"Namun begitu saya juga tidak mau berandai andai mau turun di kelas berapa saat di Asian Para Games, semua tergantung pada hasil ertemuan technical meeting," imbuh Ni Nengah. Bahkan atlet yang merebut medali perunggu di Paralimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, itu siap membawa Indonesia masuk enam besar dalam perolehan medali Asian Para Games 2018,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved